18 July 2026

Get In Touch

Wisata Kota Malang Meningkat, PHRI Ingatkan Persoalan Parkir dan Kebersihan Tak Diabaikan

Koridor Kayutangan Heritage salah satu kawasan wisata di Kota Malang. (Santi/Lentera)
Koridor Kayutangan Heritage salah satu kawasan wisata di Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar tidak mengabaikan persoalan parkir hingga kebersihan yang masih kerap dikeluhkan wisatawan, saat tren kunjungan wisata ke Kota Malang menunjukkan peningkatan sepanjang 2026.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang, Agoes Basoeki, menilai keterbatasan ruang di Kota Malang membuat pengelolaan parkir harus menjadi prioritas.

"Penataan parkir itu harus menjadi perhatian. Karena memang di samping kotanya ini tidak terlalu luas, parkir harus menjadi prioritas untuk dioptimalkan dan dibenahi," ujar Agoes, Jumat (17/7/2026).

Selain parkir, pihaknya juga menyoroti persoalan kebersihan kota, khususnya pengelolaan sampah dan kondisi taman-taman publik yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih. 

Bahkan, Agoes juga menyarankan agar Pemkot Malang masif melirik dan melibatkan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) untuk pembenahan ruang publik. 

"Kemudian persoalan sampah. Termasuk taman-taman di Kota Malang ini harus dibenahi lagi. Bila perlu menggunakan CSR juga tidak apa-apa," katanya.

Menurut Agoes, persoalan kebersihan menjadi penting karena selama ini Kota Malang memiliki citra sebagai kota yang bersih. Ia menilai citra tersebut harus terus dijaga agar tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Tak hanya itu, Agoes juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan transportasi sebagai bagian dari pengalaman wisata di Kota Malang. Ia mengimbau para pengemudi transportasi online untuk tetap memberikan pelayanan yang baik, seperti tidak merokok di dalam kendaraan serta tidak menaikkan tarif secara sepihak. 

Menurutnya, pelayanan yang profesional dan nyaman akan memberikan kesan positif bagi wisatawan serta mendukung citra Kota Malang sebagai destinasi wisata yang ramah.

Di sisi lain, Agoes melihat kondisi industri perhotelan di Kota Malang sepanjang 2026 menunjukkan perkembangan yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menilai peningkatan tersebut tidak lepas dari semakin eratnya kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pelaku industri pariwisata dalam mengembangkan Kota Malang sebagai destinasi berbasis event.

Salah satu program yang dinilai memberikan dampak nyata, yakni program 1.000 Event yang diinisiasi Pemkot Malang. Menurutnya, penyelenggaraan berbagai agenda tersebut mampu mendorong peningkatan tingkat hunian hotel secara signifikan.

"Kalau ada event, okupansi hotel bisa meningkat hingga sekitar 80 persen dibandingkan hari-hari biasa ketika tidak ada kegiatan," jelasnya.

Namun Agoes kembali menegaskan, keberhasilan meningkatkan jumlah kunjungan wisata tidak cukup hanya mengandalkan banyaknya event. Menurutnya, pembenahan layanan dasar perlu dilakukan secara berkelanjutan agar citra Kota Malang sebagai destinasi wisata tetap terjaga.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.