25 July 2026

Get In Touch

KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu, Kasat Reskrim Bawa Mesin Hitung Uang

Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah sebuah rumah di Kelurahan Padang Harapan, RT 19, Kota Bengkulu, sejak pukuk 21.00 WIB, Jumat (24/7/2026) -Kompas
Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah sebuah rumah di Kelurahan Padang Harapan, RT 19, Kota Bengkulu, sejak pukuk 21.00 WIB, Jumat (24/7/2026) -Kompas

BENGKULU (Lentera) -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman.

Penggeledahan di rumah yang berada di Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu itu berlangsung sejak Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB sampai dini hari.

Ketua RT setempat, Iskandar Hamdani mengatakan, dirinya diminta untuk menjadi saksi saat penggeledahan berlangsung.

"Malam tadi saya diminta ke rumah Pak Noprisman sebagai ketua RT saya datang. Tiba di rumah Pak Nopri saya baru tahu ternyata ada KPK yang meminta saya sebagai RT menjadi saksi penggeledahan," kata Iskandar ditemui di tempat kerjanya, Sabtu malam (25/7/2026).

Ia menyebutkan jumlah penyidik KPK yang datang sekitar lima atau enam orang dan mengendarai beberapa mobil warna hitam.

"Di rumah itu selain penyidik KPK, Polisi ada Pak Noprisman, istri dan sopirnya," jelas Iskandar. 

Ia melanjutkan, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, penyidik KPK meninggalkan rumah Noprisman membawa beberapa koper berisi dokumen.

"Hanya itu yang saya ketahui," ungkap dia.

Kasat Reskrim Bawa Mesin Hitung Uang

Sekitar pukul 23.45 WIB, Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, AKP Frangky Sirait terpantau tiba di lokasi bersama seseorang membawa mesin hitung uang.

Ia kemudian masuk ke dalam rumah.

Sekitar 10 menit kemudian, Kasat Reskrim keluar dari rumah yang digeledah.

Namun pihaknya enggan memberikan tanggapan atas kegiatan apa dan kenapa ia datang membawa mesin hitung uang ke lokasi.

Sambil berlalu Kasat Reskrim hanya melemparkan senyum ke wartawan.

Sekitar pukul 04.00 WIB dini hari penyidik KPK terlihat meninggalkan lokasi penggeledahan kemudian langsung membawa koper berisi dokumen-dokumen menuju Bandara Fatmawati Soekarno di Bengkulu.

Belum diketahui secara pasti penggeledahan yang dilakukan KPK dalam perkara apa.

Juru bicara KPK, Budi Prasetya belum memberikan respons saat dikonfirmasi Kompas (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.