PASAR keuangan nasional langsung bergejolak merespons keputusan mendadak Perry Warjiyo meletakkan jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Di pasar valuta asing, mata uang Garuda terperosok melemah hingga menyentuh level psikologis Rp18.009 per dolar AS pada penutupan perdagangan Srnin(27/7/2026). Pelemahan rupiah ini berbanding lurus dengan tertekannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang meluncur turun 10,65 poin atau 0,17 persen ke level 6.185,78. Berarti pasar modal sudah mencatatkan tren penurunan selama empat hari berturut-turut. Tekanan makin terasa berat seiring masifnya arus dana keluar (capital outflow), di mana investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) hingga menembus Rp820,67 miliar di seluruh pasar.
Langkah mundur sang nakhoda moneter yang telah memimpin Bank Indonesia selama hampir delapan tahun tersebut tak pelak mempertebal kabut ketidakpastian. Pertanyaan pun mengemuka, mengapa Perry pamit ketika rupiah makin terjepit? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/28072026.pdf





.jpg)