SURABAYA ( LENTERA ) - Area leher yang tampak lebih gelap dibandingkan wajah sering menjadi sumber rasa tidak percaya diri. Kondisi yang kerap disebut black neck ini memang bisa dipicu oleh penumpukan sel kulit mati, paparan sinar matahari, hingga kebiasaan yang membuat area leher luput dari rutinitas perawatan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa pada sebagian orang, penggelapan kulit leher juga dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan tertentu.
Melansir Healthline, kulit leher yang menggelap umumnya disebabkan oleh penumpukan kotoran dan sel kulit mati, paparan sinar ultraviolet (UV), atau kondisi medis seperti resistensi insulin dan obesitas. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah acanthosis nigricans, yaitu perubahan warna kulit menjadi lebih gelap disertai tekstur yang menebal dan terasa seperti beludru. Kondisi ini sering dikaitkan dengan resistensi insulin atau gangguan metabolik.
Prof. Nada Elbuluk, MD, MSc, FAAD, Profesor Dermatologi di Keck School of Medicine, University of Southern California (USC), menegaskan bahwa penanganan gangguan pigmentasi harus diawali dengan diagnosis yang tepat. Menurutnya, dokter perlu mengidentifikasi penyebab, kedalaman pigmen, serta faktor pemicunya sebelum menentukan terapi yang sesuai.
Ia juga menekankan bahwa perlindungan terhadap sinar matahari (photoprotection) merupakan bagian penting dalam penanganan berbagai gangguan pigmentasi kulit.
Meski demikian, tidak semua leher yang menggelap merupakan tanda penyakit. Jika penyebabnya adalah hiperpigmentasi akibat paparan sinar matahari atau penumpukan sel kulit mati, perawatan kulit yang tepat dapat membantu mengembalikan warna kulit agar lebih merata.
Rutin Eksfoliasi dengan Lembut
Kulit leher juga mengalami regenerasi sel seperti kulit wajah. Sayangnya, area ini sering terlewat saat membersihkan wajah sehingga sel kulit mati dapat menumpuk.
Untuk membantu mengangkat penumpukan tersebut, lakukan eksfoliasi secara lembut sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu menggunakan produk yang mengandung Alpha Hydroxy Acid (AHA) seperti glycolic acid atau lactic acid. Kandungan tersebut bekerja meluruhkan sel kulit mati tanpa harus menggosok kulit terlalu keras sehingga risiko iritasi dapat diminimalkan.
Skincare dengan Kandungan Pencerah
Leher membutuhkan perawatan yang sama seperti wajah. Setelah dibersihkan, aplikasikan serum atau krim malam yang mengandung bahan aktif pencerah untuk membantu menghambat pembentukan melanin sekaligus meratakan warna kulit.
Beberapa kandungan yang banyak direkomendasikan dermatolog antara lain Niacinamide, Vitamin C dan Alpha Arbutin.
Prof. Nada Elbuluk menjelaskan bahwa terapi pigmentasi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Menurutnya, bahan aktif seperti niacinamide dan vitamin C dapat menjadi terapi pendamping, sementara penggunaan produk harus disesuaikan dengan penyebab hiperpigmentasi serta toleransi kulit setiap individu.
Sunscreen di Area Leher
Masih banyak orang yang hanya mengoleskan tabir surya pada wajah dan melupakan leher. Padahal, leher juga terus-menerus terpapar sinar matahari ketika beraktivitas di luar ruangan.
Prof. Nada Elbuluk menekankan bahwa penggunaan tabir surya merupakan bagian utama dalam penanganan gangguan pigmentasi, sama pentingnya dengan obat atau produk perawatan yang diresepkan.
Senada dengan itu, konsensus global mengenai tata laksana gangguan hiperpigmentasi pada 2026 menyebutkan bahwa fotoproteksi merupakan komponen wajib dalam penanganan hiperpigmentasi. Tabir surya sebaiknya melindungi dari sinar UVA, UVB, serta cahaya tampak (visible light) dan digunakan secara konsisten setiap hari.
Perawatan dari Dalam
Perawatan kulit tidak hanya bergantung pada produk skincare. Pola makan seimbang, menjaga berat badan ideal, cukup tidur, serta mengendalikan kadar gula darah juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit. Pada sebagian orang, terutama yang mengalami resistensi insulin atau obesitas, perubahan warna kulit di area leher dapat membaik ketika kondisi metaboliknya ikut ditangani.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika warna kulit leher tidak membaik setelah beberapa minggu menjalani perawatan, justru semakin menggelap, menebal, terasa seperti beludru, atau meluas ke lipatan tubuh lain seperti ketiak, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kulit.
Prof. Nada Elbuluk mengingatkan bahwa setiap gangguan pigmentasi memiliki penyebab yang berbeda sehingga evaluasi medis diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan terapi yang paling tepat. Diagnosis yang akurat menjadi fondasi utama agar pengobatan dapat memberikan hasil yang optimal. (far,ist/dya)




.jpg)