30 July 2026

Get In Touch

Pemkab Malang Perkuat Ketahanan Keluarga: Gizi, Kesehatan, dan Pendidikan jadi Fokus

Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026). (Santi/Lentera)
Puncak Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan layanan kesehatan, pemenuhan gizi masyarakat, serta pemerataan pendidikan dasar. Langkah tersebut menjadi fokus dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang dipusatkan di Kabupaten Malang.

Bupati Malang, Sanusi, mengatakan pembangunan keluarga menjadi salah satu fondasi utama untuk mencetak generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.

"Untuk membentuk keluarga sehat, kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memberikan sosialisasi pembinaan keluarga sehat. Yang kedua, gizi masyarakat kita jaga agar tercukupi, dan yang ketiga, pendidikan dasar harus terpenuhi," ujar Sanusi, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, penguatan keluarga tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kualitas kesehatan masyarakat sejak dini. Pemenuhan gizi yang baik serta akses pendidikan yang merata menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Peringatan Harganas juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Dalam kesempatan itu, Emil menekankan pembangunan bangsa tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dimulai dari penguatan keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.

Emil menjelaskan, konsep keluarga berencana saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi. Menurutnya, keluarga berencana mencakup kesiapan pasangan sejak pranikah, menjalani kehidupan berumah tangga, hingga mengasuh dan mendampingi tumbuh kembang anak.

Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu dalam pengasuhan anak, terutama di tengah tantangan era digital dan meningkatnya fenomena fatherless. Komunikasi yang terjalin baik di dalam keluarga dinilai menjadi benteng utama agar anak tidak mudah terpengaruh perundungan maupun pergaulan negatif.

"Karena kalau anak jadi korban bullying, atau ada yang menawarkan hal-hal tidak baik, anak belum bijak untuk menilai. Pengalaman saya, anak-anak bisa terpengaruh vape, bayangkan kalau itu ternyata narkoba yang berbahaya. Jadi, kehadiran ayah dan ibu bersama-sama sangat penting," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin mengatakan, penguatan ketahanan keluarga dilakukan melalui Program Bangga Kencana yang mendampingi masyarakat sepanjang siklus kehidupan, mulai dari pranikah, kehamilan, persalinan, tumbuh kembang anak, hingga pembinaan bagi kelompok lanjut usia.

"Itu semuanya siklus kehidupan diurus dari Kependudukan Bangga Kencana. Tentunya dengan perencanaan-perencanaan yang ada, sesuai dengan tahapan-tahapan, itu semuanya akan dilalui. Apapun yang direncanakan pasti hasilnya akan baik," tegasnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.