MALANG (Lentera) - Program RT Berkelas mulai diterapkan di seluruh wilayah Kota Malang di pertengahan 2026 ini. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengakui pelaksanaannya masih menyisakan banyak hal yang perlu dievaluasi sebagai bahan penyempurnaan pada 2027.
"Alhamdulillah sudah berjalan semua. Walaupun di 2026 ini masih banyak keterbatasan, itu pasti jadi bahan evaluasi saya di tahun 2027 nanti," ujar Wahyu, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, RT Berkelas dirancang sebagai ruang bagi masyarakat di tingkat RT untuk mewujudkan kebutuhan dan aspirasi yang selama ini belum dapat terakomodasi melalui mekanisme perencanaan pembangunan, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota legislatif.
Dengan skema tersebut, usulan warga diharapkan dapat direalisasikan selama sesuai dengan kamus usulan yang telah ditetapkan pemerintah.
"Harapannya, RT Berkelas ini sesuai dengan aspirasi dan keinginan masyarakat. Agar keinginan masyarakat di tingkat RT yang mungkin selama ini tidak bisa terwujud di Musrenbang atau di Pokir, bisa diwujudkan melalui RT Berkelas. Tentunya sesuai dengan kamus usulan," katanya.
Wahyu menjelaskan, pemanfaatan program tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik. RT juga dapat mengusulkan berbagai kegiatan nonfisik yang dinilai mampu meningkatkan kualitas lingkungan maupun kehidupan sosial masyarakat.
Terkait pengelolaan anggaran, Wahyu memastikan penggunaan pagu sebesar Rp50 juta untuk setiap RT dilakukan dengan mekanisme pendampingan dan pengawasan. Bantuan tersebut, katanya, tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada pengurus RT.
Sebaliknya, pelaksanaan program akan didampingi oleh tim yang telah disiapkan pemerintah, dengan melibatkan ketua RW dan pihak kelurahan agar pelaksanaan kegiatan tetap sesuai ketentuan dan kebutuhan masyarakat.
"Ada tim pengawasan, ada pendampingan. Karena bantuan dengan pagu Rp50 juta ini tidak berupa uang. Pak RW juga saya minta membantu, kemudian dari kelurahan bisa mendampingi agar pelaksanaannya sejalan dengan keinginan masyarakat," pungkas Wahyu. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)