29 July 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Apresiasi Kegiatan AEE Demi Tingkatkan Keselamatan Penerbangan

Kegiatan AEE di Bandara Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya.
Kegiatan AEE di Bandara Udara Tjilik Riwut, Palangka Raya.

PALANGKA RAYA (Lentera) – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengapresiasi kegiatan  PT Angkasa Pura Bandara Udara Tjilik Riwut Palangka Raya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi insiden penerbangan melalui kegiatan Airport Emergency Exercise (AEE) di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, yang dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026).

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, mengatakan kegigihan latihan yang menjadi agenda rutin dua tahunan tersebut, dengan melibatkan berbagai instansi untuk memastikan penanganan keadaan darurat dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

"Ini menjadi agenda penting karena latihan kesiapsiagaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan di setiap bandar udara sebagai bagian dari pemenuhan standar keselamatan penerbangan," papar Arif, Rabu (29/7/2026).

Sebagaimana diketahui, Bandara Tjilik Riwut yang termasuk kategori bandara kecil, wajib melaksanakan Airport Emergency Exercise satu kali dalam dua tahun. 

Kegiatan tersebut bertujuan menguji kesiapan seluruh personel dan instansi yang tergabung dalam Airport Emergency Committee (AEC) ketika menghadapi situasi darurat di bandara udara.

Mengingat penanganan insiden penerbangan tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak pengelola bandara sendiri, karena itu latihan melibatkan berbagai unsur eksternal, antara lain Basarnas, TNI, Polri, tenaga kesehatan, rumah sakit, dan instansi terkait lainnya.

“Ini menjadi salah satu tugas dan fungsi bandara udara untuk melibatkan seluruh mitra dan pemangku kepentingan, baik dari unsur keamanan maupun kesehatan, agar bersama-sama melakukan penanggulangan apabila terjadi kondisi darurat,” jelasnya.

Arif melanjutkan, latihan tersebut tidak hanya menguji kemampuan teknis evakuasi, tetapi juga efektivitas komunikasi, koordinasi, dan komando yang menjadi kunci keberhasilan penanganan keadaan darurat.

Masing-masing unsur tersebut memiliki tugas dan peran yang penting dalam mendukung proses penyelamatan dan evakuasi korban apabila terjadi kecelakaan pesawat di kawasan bandara udara.

“Karena dalam keadaan darurat, dibutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar proses evakuasi dan penyelamatan dapat berlangsung cepat dan tepat,” pungkas Arif. (*)

 

Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.