31 July 2026

Get In Touch

Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Trenggalek, Sisir CCTV dan Fasilitas Kesehatan

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Didik Riyanto (kiri) memberikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan penyelidikan kasus penemuan bayi terlantar di Desa Banaran, Kecamatan Tugu.
Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Didik Riyanto (kiri) memberikan keterangan kepada awak media terkait perkembangan penyelidikan kasus penemuan bayi terlantar di Desa Banaran, Kecamatan Tugu.

TRENGGALEK (Lentera) – Penyelidikan kasus penemuan bayi yang ditelantarkan di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek terus bergulir. Satreskrim Polres Trenggalek telah memeriksa sedikitnya 4 hingga 5 saksi, menelusuri sejumlah fasilitas kesehatan, serta memeriksa rekaman CCTV di jalur menuju lokasi penemuan bayi. Meski begitu, hingga saat ini identitas pelaku maupun ibu kandung bayi masih belum menemui titik terang.

Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Didik Riyanto mengatakan, penyelidikan dilakukan secara bertahap sejak bayi ditemukan. Langkah awal yang dilakukan penyidik meliputi olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga meminta keterangan dari warga yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.

"Setelah mendatangi TKP, kami juga sudah meminta keterangan beberapa saksi dari masyarakat, kurang lebih ada 4 sampai 5 orang saksi," kata Didik, Kamis (30/7/2026).

Selain memeriksa saksi, penyidik juga berkoordinasi dengan Puskesmas dan RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan kondisi bayi sekaligus mendukung proses pencarian ibu yang diduga melahirkan dan menelantarkan bayi tersebut.

Menurut Didik, kondisi bayi saat ini terus membaik dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Alhamdulillah sampai saat ini bayi dalam keadaan sehat walafiat dan sekarang masih berada di RSUD," ujarnya.

Polisi juga memperluas penyelidikan dengan menelusuri sejumlah tempat praktik pelayanan kesehatan yang diduga berkaitan dengan proses persalinan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencari petunjuk mengenai perempuan yang baru saja melahirkan sebelum bayi ditemukan.

Tak hanya itu, rekaman CCTV di sejumlah akses jalan menuju lokasi penemuan bayi turut diperiksa. Namun hingga kini, penyidik mengaku belum memperoleh petunjuk yang mengarah kepada pelaku.

"Sementara ini memang belum ada petunjuk. Namun kami terus mengembangkan penyelidikan, termasuk melakukan pengecekan CCTV di akses jalan menuju TKP," jelas Didik.

Hingga saat ini belum ada seorang pun yang diamankan dalam kasus tersebut. Polisi masih mengumpulkan alat bukti dan membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki informasi untuk membantu proses penyelidikan.

"Kami berharap masyarakat yang memiliki informasi, sekecil apa pun, dapat menyampaikannya kepada kami agar kasus ini bisa segera terungkap dan pelakunya dapat diketahui," pungkasnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.