SURABAYA (Lentera) -Kabar duka. Arsyifa Queenara Ashalina (AQA) seorang balita berusia 2 tahun 3 bulan yang sebelumnya dirawat karena membutuhkan bantuan donor darah langka golongan O Bombay Rhesus Positif, meninggal dunia pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB.
AQA meninggal dunia sesudah berjuang melawan penyakit anemia berat di ruang Seruni RSUD dr. Mohamad Soewandhie.
Hal itu dkonfirmasi dr. Billy Daniel Messakh Kepala Dinas Kesehatan Surabaya sekaligus Dirut RSUD dr. Mohamad Soewandhie.
“Selamat pagi, melaporkan pasien yang dimaksud. Arsyifa Queenara Ashalina umur dua tahun tiga bulan, meninggal pukul 07.00 WIB di ruang Seruni,” tulis dr. Billy saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
Menurut keterangan dr. Billy, AQA menderita anemia berat. Jika kadar hemoglobin (Hb) normalnya 10 g/dL, kadar Hb AQA hanya 1,5 g/dL.
AQA sebelumnya dirawat di RS Sido Waras Mojokerto dan dirujuk ke RSUD dr. Mohamad Soewandhie untuk memudahkan kebutuhan transfusi, sembari tenaga Palang Merah Indonesia (PMI) mencoba mencari pendonor yang memiliki golongan darah serupa.
Billy mengatakan, hingga Jumat malam belum ada donor yang berhasil untuk memenuhi kebutuhan darah langka tersebut. Ia menyebut, keberadaan darah yang sesuai tentu akan lebih baik untuk membantu terapi, meskipun kondisi pasien saat datang sudah tergolong berat.
Billy menjelaskan, AQA datang ke RSUD dr. Mohamad Soewandhie dalam kondisi belum stabil. Kesadaran pasien juga disebut sudah menurun sejak awal kedatangan.
“Jadi memang pasien ini pada saat datang di awal, kalau kesadarannya kita itu penuh 456, dia 322. Jadi sudah agak menurun. Kondisinya memang belum stabil,” ujarnya saat on air di Radio Suara Surabaya.
Saat tiba di rumah sakit, AQA sempat mengalami henti napas. Tim medis kemudian melakukan resusitasi dan membantu pernapasan pasien hingga kondisinya sempat pulih kembali.
“Saat datang malam sempat henti napas dan kita lakukan resusitasi, kita bantu napas. Pulih kembali. Tapi masih dalam keadaan belum stabil,” jelas Billy.
Namun pada Sabtu pagi, AQA kembali mengalami henti napas untuk kedua kalinya. Tim medis kembali melakukan resusitasi, tetapi pasien tidak tertolong. “Lalu henti napas lagi yang kedua pagi tadi. Dan tidak tertolong untuk kita resusitasi sekitar jam 07.00 pagi,” kata dia.
Jenazah AQA rencanaya akan dibawa pulang oleh keluarga ke Mojokerto.
“Rencana akan dibawa pulang ke Mojokerto. Saat ini menunggu petugas ambulan menjemput,” kata dr. Billy.
Golongan darah Bombay Langka
Mengutip Alodokter, golongan darah Bombay merupakan golongan darah langka yang diperkirakan hanya dimiliki oleh 4 dari 1 juta orang di dunia. Golongan darah ini dinamai persis seperti di mana golongan darah ini pertama kali ditemukan, yakni di Bombay (Sekarang Mumbai, India) pada tahun 1952.
Golongan darah Bombay merupakan golongan darah yang tidak mempunyai antigen A dan B sehingga menyerupai golongan darah O. Namun, bedanya, golongan darah Bombay tidak memiliki antigen H yang ada pada golongan darah O.
Dalam tes golongan darah biasa, golongan darah Bombay seringkali terdeteksi sebagai golongan darah O. Namun, masalah akan muncul ketika orang dengan golongan darah langka ini menerima donor dari golongan darah O, karena bisa mengalami reaksi transfusi hemolitik. Oleh sebab itu, golongan darah Bombay hanya bisa menerima donor dari golongan darah yang sama.
Namun, orang yang memiliki golongan darah Bombay dapat mendonorkan darahnya ke semua jenis golongan darah (*)
Editor: Arifin BH





.jpg)