04 August 2026

Get In Touch

Jatim dan Maroko Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Pendidikan, hingga Smart City

Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini kunjungna di Gedung Negara Grahadi yang diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (3/8/2026).
Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini kunjungna di Gedung Negara Grahadi yang diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (3/8/2026).

SURABAYA (Lentera) – Jawa Timur (Jatim) dan Maroko memperkuat hubungan melalui berbagai peluang kerja sama strategis mulai dari perdagangan, industri manufaktur, pertanian, perikanan, pendidikan, hingga pengembangan smart city. Penguatan hubungan itu saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini bersama Konsul Kehormatan Maroko di Surabaya oleh Djamal Ghozi Basmeleh di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8/2026). 

Gubernur Khofifah mengatakan diskusi yang dilakukan berlangsung produktif dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Jawa Timur dengan Maroko. "Kita menerima tamu kehormatan, Duta Besar Kerajaan Maroko. Banyak pembahasan yang sangat produktif kami lakukan pada sore hari ini di sektor perdagangan, industri manufaktur, sektor agro, perikanan, pendidikan termasuk beasiswa ke Maroko, dan banyak hal strategis lainnya," ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah menambahkan bahwa hubungan Indonesia dan Maroko sejatinya telah terjalin erat sejak masa perjuangan kemerdekaan dan Konferensi Asia-Afrika. Menurutnya, kedua negara memiliki sejarah panjang dalam membangun solidaritas antarbangsa.

Ia mengingatkan bahwa Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah melakukan kunjungan ke Kerajaan Maroko pada era 1960-an sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.

Dalam pertemuan itu, Khofifah juga menyoroti sejarah panjang dunia pendidikan di Maroko yang dinilai menjadi inspirasi bagi pemberdayaan perempuan. Ia menyebut nama Fatimah al-Fihri dan Maryam al-Fihri sebagai tokoh perempuan yang memiliki peran besar dalam perkembangan pendidikan dunia.

"Perguruan tinggi tertua di dunia berada di Maroko dan diprakarsai oleh seorang perempuan. Fatimah al-Fihri dan Maryam al-Fihri menjadi contoh bagaimana perempuan memiliki dedikasi luar biasa dalam membangun peradaban melalui pendidikan. Dari warisan yang dimiliki, mereka mendirikan masjid sekaligus perguruan tinggi yang hingga kini memiliki sejarah yang sangat kuat," kata Khofifah.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan di Maroko telah berkembang sejak berabad-abad silam dan menjadi inspirasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kerajaan Maroko itu diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kerja sama konkret yang dapat memperkuat hubungan kedua pihak, baik di bidang ekonomi, pendidikan, budaya, maupun pengembangan teknologi perkotaan.

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Redouane Houssaini, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas tragedi kebakaran kapal yang terjadi di Madura.

"Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari Gubernur Jawa Timur dan masyarakat Jawa Timur. Saya juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kecelakaan tragis yang terjadi di Madura," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Houssaini menilai Jawa Timur memiliki peluang besar untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan Maroko di berbagai bidang. Menurutnya, pembahasan tidak hanya menyentuh sektor ekonomi dan perdagangan, tetapi juga pertukaran budaya, pendidikan, hingga peluang kerja sama pengembangan smart city antara Surabaya dan Kota Tangier di Maroko.

"Kami mendiskusikan kesempatan kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam bidang ekonomi, perdagangan, pertukaran kebudayaan, pendidikan, termasuk partnership smart city Surabaya dan Tangier. Kami memiliki banyak kesamaan dan sedang membahas kerangka kerja sama yang akan dibangun ke depan. Harapannya menjadi kerja sama yang saling menguntungkan," ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Maroko juga menawarkan program beasiswa bagi pelajar asal Jawa Timur. Saat ini kedua belah pihak tengah menyiapkan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan program tersebut.

Houssaini juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Khofifah yang dinilai berhasil membawa kemajuan bagi Jawa Timur, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mengucapkan selamat kepada Ibu Gubernur karena telah berhasil memimpin Jawa Timur, memberdayakan perempuan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan baik," tuturnya. (*)


Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.