05 August 2026

Get In Touch

Hutan di Kawasan Gunung Bromo Terbakar, Akses Wisata dari Malang dan Lumajang Tutup

Kobaran api di area Blok Bantengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (3/8/2026) sore. (foto: BB TNBTS)
Kobaran api di area Blok Bantengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin (3/8/2026) sore. (foto: BB TNBTS)

MALANG (Lentera) -Kebakaran hutan terjadi di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibatnya, pintu masuk Gunung Bromo dari Malang dan Lumajang ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Berdasarkan pengumuman resmi BB TNBTS Nomor PG.17/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/08/2026, jalur masuk wisata melalui Jemplang, Coban Trisula (Malang), dan Senduro (Lumajang) ditutup mulai Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum dapat ditentukan.

"Meski demikian, wisatawan masih dapat mengakses kawasan Bromo melalui pintu masuk Cemoro Lawang (Probolinggo) dan Wonokitri (Pasuruan). Namun, kunjungan hanya diperbolehkan hingga kawasan Lautan Pasir, sedangkan area Savana untuk sementara tidak dapat dikunjungi," ujar Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (4/8/2026).

Dijelaskannya, hingga saat ini petugas masih memprioritaskan upaya pemadaman api. Oleh karena itu, luasan kawasan yang terdampak kebakaran belum dapat dipastikan.

"Untuk saat ini masih belum ada (data luasan terdampak. Saat ini tim masih fokus pada proses pemadaman," katanya.

Rudi menambahkan, proses pendataan baru akan dilakukan setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan dinyatakan aman. "Nanti setelah api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman, baru akan ada tim yang melakukan pengukuran untuk mengetahui luas area yang terdampak," lanjutnya.

Selain menutup sebagian akses wisata, BB TNBTS juga mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pelaku jasa wisata untuk bersama-sama menjaga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dari potensi kebakaran hutan.

Pengunjung juga diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan api demi menjaga keselamatan, keamanan, dan kelestarian kawasan konservasi.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.