05 August 2026

Get In Touch

Kemenkes Temukan 13.297 Suspek Kusta dalam CKG 2026

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (4/8/2026). (foto:iat/Ant)
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (4/8/2026). (foto:iat/Ant)

JAKARTA (Lentera) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan 13.297 suspek kusta dari 25,2 juta peserta Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026, yang berumur satu tahun ke atas.

Kemenkes menjelaskan skrining kusta, skabies, dan frambusia per 2026 sebagai upaya percepatan eliminasi penyakit-penyakit tersebut di Indonesia.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kusta sudah ada sejak ribuan tahun dan bakteri penyebabnya, masih satu genus dengan bakteri penyebab tuberkulosis, yakni Mycobacterium. 

Namun, katanya, meski sudah dikenal sejak lama, masih banyak yang menganggap penyakit ini sebagai kutukan, sehingga stigma terhadap kusta menyulitkan deteksi dan menghambat pengobatan.

"Karena stigma padahal begitu dia kalau di-CKG bisa ketahuan," katanya di Jakarta melansir Antara, Selasa (4/8/2026).

Padahal, lanjutnya, obat atau antibiotik untuk kusta sudah tersedia, dan terbukti efektif sehingga penderita yang telah sembuh tidak lagi menularkan penyakit tersebut.

Disebutkannya, stigma seputar kusta itu begitu kuat. Dia mencontohkan, di Makassar ada bangunan di mana para penderita kusta berkumpul, karena mereka tidak diterima oleh keluarganya sendiri. Hal seperti itu banyak terjadi di seluruh Indonesia.

Dia pun menceritakan, kunjungan kerjanya saat menemui seorang penderita kusta yang telah sembuh dan tidak lagi menularkan penyakit tersebut, meskipun telah mengalami disabilitas.

"Kemarin kita datang pas mau bola lagi. Jadi mintanya apa, 'minta TV'. Ya udah kita beliin TV biar bisa nonton bola, gitu kan. Pas saya datang itu 2 hari sebelum final bola," kata Budi.

Dia pun meminta, media untuk turut mengedukasi publik tentang CKG dan manfaatnya untuk memastikan hidup yang sehat.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi mengatakan CKG 2026 juga menemukan sebanyak 21.079 suspek skabies dari 25,4 juta peserta berusia satu tahun ke atas, dan 2.293 suspek frambusia dari 21,3 juta peserta berusia satu tahun ke atas.

Sebelumnya, Budi mengatakan di Jakarta, Kamis (15/1/2026) bahwa sebagai upaya memperkuat cakupan deteksi, selain memasukkan skrining kusta ke dalam CKG, pihaknya akan melakukan tes PCR bagi penduduk Indonesia bagian timur.

Kemudian, pihaknya juga mengobati pasien hingga sembuh, baik selama 6 bulan ataupun 12 bulan.

"Nomor tiga, semua kontak eratnya, sekeluarga, kita kasih profilaksis," katanya.

Dia menegaskan, komitmen Pemerintah untuk eliminasi penyakit menular itu pada 2030.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.