08 August 2026

Get In Touch

MSSF 2026, Upaya Pelestarian Permainan Tradisional Layang-layang di Era Digital

Ilustrasi: Warga masyarakat nampak asyik bermain layang-layang di hamparan sawah. (foto: ist)
Ilustrasi: Warga masyarakat nampak asyik bermain layang-layang di hamparan sawah. (foto: ist)

MALANG (Lentera) - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang menggeser minat masyarakat terhadap permainan tradisional, Malang Solidarity Sky Fest (MSSF) 2026 hadir sebagai upaya menghidupkan kembali budaya bermain layang-layang.

"Kami sengaja ingin menghadirkan permainan tradisinal layang-layang, dengan sambitannya (adu layang-layang). Karena kami menilai saat ini perkembangan teknologi dan digitalisasi semakin pesat dan mulai menggeser minat generasi muda terhadap permainan tradisional. Kami berharap layang-layang bisa tetap eksis dan selalu memiliki peminat," ujar Ketua Pelaksana MSSF 2026, Deny Rahmawan, Jumat (7/8/2026).

Melalui MSSF 2026, masyarakat diharapkan tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga memahami nilai kebersamaan, kreativitas, dan gotong royong yang selama ini melekat pada permainan tradisional tersebut.

Mengusung tema “Bersatu di Langit, Melayangkan Kreativitas”, festival yang akan digelar pada 8-9 Agustus 2026 di Lapangan Layang-layang Gadang Gang 12B, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ini diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat persatuan. Serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya lokal melalui kegiatan yang edukatif dan menghibur.

"Kegiatan ini besok juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mempertemukan puluhan komunitas layang-layang dalam berbagai kompetisi dan kegiatan edukatif," katanya. 

Untuk diketahui, puluhan peserta dari berbagai klub layang-layang se-Malang Raya dijadwalkan mengikuti lomba sambitan dengan total hadiah mencapai Rp15 juta.

Selain kompetisi, MSSF 2026 juga menghadirkan pameran layang-layang hias dari komunitas asal Surabaya dan Tulungagung, ekshibisi bermain layang-layang bersama tamu, peserta, dan pengunjung, bazar UMKM, lomba video konten, serta undian doorprize.

"Malang Solidarity Sky Fest 2026 juga sejalan dengan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang bertajuk 1.000 Event yang bertujuan menjadikan Kota Malang sebagai destinasi wisata berbasis event yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan," kata Deny.

Festival tersebut mendapat dukungan dari berbagai instansi dan mitra, di antaranya Perum Jasa Tirta I, Perumda Tugu Tirta, Perkumpulan Pelayang Seluruh Indonesia (Pelangi) Jawa Timur, Pelangi Kota Malang, KORMI Kota Malang, Grand Mercure Malang Mirama, Biznet, #SAM, Polresta Malang Kota, Bank Jatim Cabang Kota Malang, serta Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera Today.
Lentera Today.