09 August 2026

Get In Touch

Psikolog: Prilaku di Medsos Cerminkan Karakter, Nilai dan Integritas Seseorang

Ilustrasi pengguna media sosial. (foto:ist)
Ilustrasi pengguna media sosial. (foto:ist)

JAKARTA (Lentera) - Psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia (UI) sekaligus Direktur Personal Growth, lembaga yang bergerak di bidang layanan psikologi, Ratih Ibrahim mengingatkan masyarakat, bahwa perilaku di media sosial dapat mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul viralnya unggahan, Yurizal Tri Chaerawan yang memperlihatkan tenaga kesehatan (nakes), diduga merundung dirinya di media sosial. 

Yurizal sebelumnya mengungkapkan, keluhannya terkait lamanya waktu menunggu ketersediaan kamar rawat inap dan kemudian meninggal dunia pada 31 Juli 2026.

"Media sosial itu memang sebuah ruang untuk berekspresi. Tapi media sosial bukan ruang yang bebas dari tanggung jawab. Setiap unggahan mencerminkan karakter, nilai, dan integritas seseorang," kata Ratih saat dihubungi Antara dikutip, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, tanggung jawab tersebut menjadi semakin penting bagi tenaga kesehatan, karena kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dari profesi.

Oleh karena itu, Ratih mengatakan, etika profesional tidak berhenti ketika jam kerja selesai, tetapi juga perlu tercermin dalam perilaku tenaga kesehatan di ruang digital.

"Menjaga empati, menghormati martabat pasien, serta menjaga kerahasiaan dan profesionalisme merupakan fondasi yang tidak boleh ditinggalkan," ujarnya.

Ia mengatakan, tenaga kesehatan perlu tetap menghormati pasien ketika menggunakan media sosial, termasuk ketika menghadapi situasi yang memicu emosi atau tekanan dalam pekerjaan.

Ratih juga mengingatkan, masyarakat secara umum agar tidak melupakan keberadaan manusia di balik setiap akun media sosial.

"Di balik setiap akun media sosial ada manusia yang memiliki perasaan dan martabat," tandasnya.

Karena itu, Ratih menyarankan, pengguna media sosial mempertimbangkan tiga hal sebelum mengunggah atau menulis komentar, yakni memastikan informasi yang disampaikan benar, mempertimbangkan apakah informasi tersebut perlu disampaikan, serta memastikan cara penyampaiannya tetap menghormati orang lain.

"Sebelum mengunggah atau berkomentar, tanyakan pada diri sendiri, Apakah ini benar? Apakah ini perlu? Apakah ini disampaikan dengan cara yang menghormati orang lain?" ujar Ratih.

Menurutnya, apabila ketiga pertanyaan tersebut belum dapat dijawab dengan yakin, seseorang sebaiknya menahan diri sejenak sebelum mengunggah atau memberikan komentar di media sosial.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.