10 August 2026

Get In Touch

Tembok Pembatas SD di Sleman Roboh Timpa Peserta Jalan Sehat, 10 Warga Terluka

Anggota kepolisian berada di lokasi kejadian tembok pembatas SDN Minomartani 2, Kapanewon, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, roboh dan menimpa sejumlah warga. (foto:ist/Kompas.com/dok.Polresta Sleman)
Anggota kepolisian berada di lokasi kejadian tembok pembatas SDN Minomartani 2, Kapanewon, Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, roboh dan menimpa sejumlah warga. (foto:ist/Kompas.com/dok.Polresta Sleman)

SLEMAN (Lentera) - Sepuluh orang peserta jalan sehat di Sleman, DIY mengalami luka-luka hingga harus dilarikan ke rumah sakit, usai tertimpa tembok pembatas SDN Minomartani 2, Ngaglik, Sleman, DIY yang roboh, pada Minggu (9/8/2026) pagi.

Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menuturkan, peristiwa ini terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, saat itu sejumlah warga sedang beristirahat dan duduk-duduk di sekitar tembok pembatas milik SDN Minomartani 2 yang berbatasan dengan fasilitas umum warga RW 002 Perum Minomartani, Ngaglik, Sleman.

Para warga baru saja mengikuti kegiatan jalan sehat serta senam dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

"Tembok kemudian roboh dan menimpa warga yang berada di sekitar lokasi," kata Argo dalam keterangannya mengutip CNN Indonesia, Minggu (9/8/2026).

Akibatnya, sepuluh korban dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka adalah ASAF, S (64), KM (70), ADS (34), AN (31), FN (30), SL (40), dan L. Semuanya merupakan warga Minomartani.

Selain itu ada pula LSAF (34), warga Mataram, NTB dan BRIS (28), asal Selong, Lombok Timur yang mengalami luka akibat peristiwa ini.

Menurut Argo, enam korban sempat mendapatkan perawatan di RS Condongcatur, dua di RS Hermina, dan sisanya di RS UAD. Beberapa dari mereka lalu dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Argo menjelaskan, berdasarkan hasil olah TKP, material tembok yang roboh terdiri dari batako dan semen. Tingginya sekitar 1,5 meter dan panjang 20 meter.  Informasi sementara, tembok telah berdiri sejak sekitar tahun 1980.

"Petugas menemukan, tembok tersebut tidak memiliki pondasi maupun besi cor penyangga yang memadai," jelasnya.

"Saat kejadian, tidak ditemukan adanya orang yang sedang beraktivitas atau bersentuhan dengan tembok. Hingga saat ini, penyebab pasti robohnya tembok masih dalam penyelidikan," sambungnya.

Saat ini lanjut Argo, petugas Polsek Ngaglik bersama tim gabungan telah melakukan pengamanan di sekitar TKP lewat koordinasi dengan BPBD dan Basarnas.

Argo menambhakan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga menyatakan akan menanggung biaya perawatan para korban, sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman akan membangun kembali pembatas dengan konstruksi yang lebih kokoh dan aman.

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.