MALANG (Lentera) -Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas dalam sepekan terakhir. Hingga Senin (10/8/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 742,70 hektare, dengan kebakaran menjalar ke wilayah Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, hingga kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.
"Diperkirakan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 742,70 hektare, data berkembang dalam proses pendataan ulang," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, dalam laporan resminya, Senin (10/8/2026) malam.
Menurut Sadono, vegetasi yang terdampak kebakaran meliputi cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.
Diketahui, awal mula peristiwa kebakaran tersebut terpantau di kawasan kaldera Bromo, tepatnya Bukit Jantur/Bantengan, yang berada di wilayah administratif Kabupaten Probolinggo pada 3 Agustus 2026.
Pergerakan angin kemudian mengarah ke wilayah Kabupaten Malang pada 5 Agustus 2026. Api selanjutnya menjalar hingga masuk ke wilayah administratif Kabupaten Malang.
Dalam perkembangannya, wilayah terdampak kebakaran juga meluas ke arah Kabupaten Probolinggo dan kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Malang, lanjut Sadono, hingga Senin (10/8) malam, kondisi di wilayah P30 dan Dingklik, Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, saat ini tidak terpantau titik api. "Sementara untuk area yang berada di batas wilayah Kabupaten Malang juga dilaporkan aman dan sudah tidak terdapat bara api," kata Sadono.
Menurutnya penanganan masih dilakukan karena sejumlah titik di wilayah lain masih memerlukan pemantauan dan pemadaman. "BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kota Pasuruan bersama relawan masih melanjutkan penanganan titik api di wilayah Dingklik secara manual," jelas Sadono.
Dalam proses penanganan pemadaman api, Sadono menyebut kondisi medan yang terjal, kabut, serta kepulan asap menjadi kendala petugas di lapangan. "Kabut dan asap membuat visibilitas berkurang sehingga operasi water bombing tidak dapat dimaksimalkan menuju titik sasaran," paparnya.
Lebih lanjut, dijelaskannya, penanganan kebakaran dilakukan melalui operasi darat dan udara. Untuk operasi udara, sejumlah helikopter BNPB digunakan secara bergantian mengikuti standar operasional penerbangan.
Pada Senin (10/8/2026), 3 unit helikopter BNPB dikerahkan untuk operasi water bombing di wilayah Probolinggo dan Penanjakan, Pasuruan. Selain itu, sebelumnya helikopter milik TNI AL dan BNPB juga telah digunakan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara."
Total air yang telah digunakan dalam water bombing hingga Senin ini mencapai 168.800 liter," ungkapnya.
BPBD Provinsi Jawa Timur juga menyiagakan operasi drone water spray di area savana. Operasi tersebut ditujukan untuk pengamanan area bawah sekaligus membantu pembasahan hot spot yang berpotensi kembali memunculkan bara api.
Sebagai informasi, seluruh pintu masuk kawasan wisata Bromo juga masih ditutup untuk kunjungan wisatawan.
Penutupan dilakukan oleh pihak Balai Besar TNBTS melalui sejumlah pintu masuk, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang, sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH





.jpg)