Balai Bahasa Provinsi Kalteng Audiensi Bahas Penguatan Bahasa Indonesia dan Perlindungan Bahasa Daerah
PALANGKA RAYA (Lentera) - Upaya memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia di daerah harus berjalan beriringan dengan komitmen melindungi bahasa dan sastra daerah. Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam audiensi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya.
Sebagaimana disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalteng, Sukardi Gau, mengatakan kebijakan kebahasaan tidak hanya berorientasi pada pengutamaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, tetapi juga memastikan bahasa dan sastra daerah tetap mendapatkan perhatian.
"Pengutamaan terhadap bahasa negara dan perlindungan pada bahasa daerah harus berjalan bersama tanpa ada yang dikesampingkan," kata Sukardi, Senin (10/8/2026).
Dalam audiensi tersebut, Sukardi bersama jajaran Balai Bahasa bertemu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, beserta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Palangka Raya.
Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi dalam mengimplementasikan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Mendagri RI) Nomor 400.4/7446/SJ tentang Pelaksanaan Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia serta Perlindungan Bahasa dan Sastra Daerah di daerah.
"Pemkot Palangka Raya membentuk Tim Pelaksana Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bentuk komitmen, melalui Surat Keputusan," ucapnya.
Menurut Sukardi pembentukan tim menjadi langkah strategis guna memastikan kebijakan kebahasaan bisa diterapkan secara lebih terarah di lingkungan pemerintah daerah.
Ia berharap koordinasi yang telah dilakukan tidak berhenti sampai pada pembentukan tim saja, akan tetapi dilanjutkan dengan langkah-langkah konkret dalam pengawasan penggunaan bahasa sekaligus perlindungan terhadap bahasa dan sastra daerah.
"Melalui sinergi yang dibangun, diharapkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik, administrasi pemerintahan, serta layanan masyarakat, semakin kuat tanpa mengabaikan keberagaman bahasa daerah yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Tengah," tutupnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH





.jpg)