MALANG (Lentera) - Publik dibuat heboh usai beredarnya foto karcis masuk Wisata Ritual Gunung Kawi, Kabupaten Malang, yang dipatok dengan nominal Rp400 ribu.
Namun, Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosari memastikan, informasi tersebut tidak benar dan menyatakan tarif resmi masuk kawasan wisata tersebut hanya sebesar Rp5 ribu.
"Itu tidak benar nominal yang tertulis di situ. Karena kami sebelumnya sudah ada peraturan desanya, sudah melakukan musyawarah untuk menetapkan tarif karcis masuk, itu masuknya cuma Rp5 ribu," ujar Kepala Desa Wonosari, Suwito, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Rabu (12/8/2026).
Suwito kembali menegaskan, karcis dengan nominal Rp400 ribu yang beredar tersebut bukan tarif resmi yang diberlakukan Pemdes Wonosari.
"Tidak benar. Karcis pintu masuk wisata itu cuma Rp5 ribu," tegasnya.
Menurut Suwito, terdapat aktivitas lain di kawasan Pesarean Gunung Kawi yang berkaitan dengan keperluan ritual atau "selametan". Dalam aktivitas tersebut, pengunjung atau tamu tertentu dapat membawa sesaji atau hewan seperti kambing maupun ayam.
Namun, Suwito menegaskan, mekanisme tersebut berbeda dengan tiket masuk wisata dan berada di luar pengelolaan Pemdes Wonosari.
"Kalau ada tamu yang sifatnya mungkin untuk selametan, itu ada mekanismenya sendiri-sendiri. Apakah mungkin (membawa) kambing, ayam, itu memang ada di pesarean. Tetapi itu lepas dari pemerintah desa, itu sudah pihak pesarean," jelasnya.
Melalui pesan singkat, Suwito pun menunjukkan karcis bertarif resmi sebesar Rp5ribu sebagai pembanding terhadap karcis Rp400 ribu yang beredar.
"Tidak benar kalau ada karcis Rp400 ribu itu. Sebenarnya Rp5 ribu. Saya kirimkan karcis yang benar," katanya.
Sebagai informasi, grup WhatsApp pada Rabu (12/8/2026) dihebohkan dengan pesan terusan (forward) yang menampilkan foto karcis masuk Wisata Ritual Gunung Kawi dengan nominal Rp400 ribu. Pada karcis tersebut tercantum nomor seri 006686 dan kode seri K.
Penelusuran di internet juga menemukan unggahan serupa yang dibuat pengguna Facebook dengan nama akun Amalia Zahra sekitar 4 hari sebelumnya. Dalam unggahan tersebut, Amalia membagikan foto karcis yang sama dengan keterangan, "Tiket karcis masuk wisata ritual GUNUNG KAWI 400.000. Mbok misal pengin sugih? ora klakon ya gari otw bae lik..??"
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, Nurcahyo juga menyatakan tidak benar adanya karcis masuk Wisata Ritual Gunung Kawi dengan nominal Rp400 ribu.
"Tidak ada karcis Rp400 ribu," ujar Nurcahyo, dikonfirmasi pada Rabu (12/8/2026).
Ketika disinggung apakah karcis Rp400 ribu yang beredar melalui WhatsApp merupakan karcis resmi yang dikeluarkan Pemdes Wonosari, Nurcahyo kembali menegaskan informasi tersebut tidak sesuai dengan yang diketahui pihaknya.
"Infonya gak ada karcis Rp400 ribu itu," katanya.
Sementara terkait mekanisme pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah desa dalam penetapan pungutan atau tarif, Nurcahyo menjelaskan regulasi desa memiliki mekanisme evaluasi di tingkat kabupaten.
"Perdesnya ada mekanisme evaluasi dari Tim kabupaten," ujarnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais




.jpg)