24 August 2026

Get In Touch

Peluang Industrialisasi di Madura, Fraksi NasDem DPRD Jatim Minta Pemerintah Memastikan Dampak Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal

Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, H. Muhammad Nasih Aschal.
Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, H. Muhammad Nasih Aschal.

SURABAYA (Lentera) – DPRD Jawa Timur menyoroti peluang industrialisasi di Pulau Madura seiring masuknya investasi global ke kawasan industri strategis. Pemerintah masih perlu memastikan arus investasi yang melibatkan perusahaan dari berbagai negara mampu membuka ruang ekonomi bagi masyarakat lokal dan menjawab persoalan pengangguran serta kemiskinan.

Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur, H. Muhammad Nasih Aschal (Ra Nasih) mengatakan, masyarakat Madura memiliki keterbukaan terhadap investasi selama pembangunan dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan memberikan manfaat bagi warga.

“Masyarakat Madura memiliki karakter yang kuat dan religius, namun tetap adaptif terhadap modernisasi dan perubahan zaman selama dilakukan dengan pendekatan yang tepat,” ungkap Ra Nasih, Jumat (14/08/2026).

Menurut Ra Nasih, masuknya investasi skala besar dari sejumlah negara Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan ke kawasan industri di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, menjadi peluang untuk mempercepat pembangunan ekonomi Pulau Garam.

Ia menjelaskan, industrialisasi telah menjadi salah satu jalur yang selama ini didorong untuk memperkuat ekonomi Madura. Kehadiran korporasi multinasional melalui proyek kawasan industri dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.

“Saya menekankan bahwa kehadiran investasi bernilai triliunan rupiah lewat sektor industri akan berdampak langsung pada terbukanya ribuan lapangan pekerjaan bagi warga lokal,” jelasnya.

Namun, menurut Ra Nasih, masuknya investasi global perlu diikuti dengan kebijakan pemerintah yang memastikan masyarakat lokal menjadi bagian dari perkembangan ekonomi tersebut.

Ia meminta pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian melalui regulasi yang berpihak pada keadilan sosial masyarakat lokal.

“Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur penunjang juga harus berjalan seiring dengan masuknya arus investasi global agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat pedesaan hingga kepulauan,” jelasnya.

Menurut politisi asal Bangkalan tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar investasi tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga menciptakan kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan.

Diketahui, Kawasan Industri Wiraraja Madura di Bangkalan menjadi salah satu kawasan yang mulai membuka peluang kerja sama dengan investor dari berbagai negara. China menjadi salah satu calon investor terbesar, sementara sejumlah perusahaan dari Korea Selatan, Jepang, Inggris hingga Uni Emirat Arab juga disebut tengah menjajaki kerja sama. (*)

 

Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.