24 August 2026

Get In Touch

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim: Kesenian Tradisional Belum Tampil Maksimal

Komisi E DPRD Jatim Nilai Panggung Berkelanjutan Jadi Kunci Hidupkan Seni Tradisi
Komisi E DPRD Jatim Nilai Panggung Berkelanjutan Jadi Kunci Hidupkan Seni Tradisi

SURABAYA (Lentera) -Wakil Ketua Komisi E Dewn Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Jairi Irawan menilai keberadaan panggung pertunjukan yang berkelanjutan menjadi salah satu kunci untuk menjaga kehidupan seni tradisi di daerah. Ruang tampil yang konsisten dinilai penting agar komunitas seni tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus berkembang.

Jairi mengungkapkan mengungkapkan, masih banyak kesenian tradisional di daerah yang memiliki pelaku dan penggemar, tetapi belum mendapatkan ruang tampil yang memadai.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah wadah penampilan yang berkelanjutan agar seni tradisi tetap hidup dan mampu menghidupi komunitas seninya,” ungkap Jairi, Minggu (23/8/2026).

Jairi menyebut hasil reses di daerah pemilihan Blitar dan Tulungagung menunjukkan keberadaan sejumlah kesenian lokal yang masih berkembang di tengah masyarakat. Di antaranya Wayang Jemblung, Wayang Lesung, dan Langen Beksan.

Kesenian tersebut dinilai belum memperoleh perhatian sebesar kesenian tradisional lain seperti wayang purwa, jaranan maupun ketoprak.

Menurut Jairi, keterbatasan ruang tampil menjadi persoalan yang perlu diperhatikan dalam upaya menjaga keberlangsungan seni tradisi. Tanpa ruang untuk mempertunjukkan karya, aktivitas komunitas seni berpotensi hanya berhenti pada kegiatan latihan.

Selain penyediaan panggung reguler, Jairi menyampaikan pentingnya kemudahan perizinan bagi kelompok seni tradisional yang menggelar pertunjukan berskala kecil.

Ia menuturkan keberadaan kurator seni dan pengelola komunitas memiliki peran penting dalam mengemas pertunjukan agar lebih menarik sekaligus tetap mempertahankan nilai tradisinya.

“Kurator dapat membantu mengemas pertunjukan agar lebih ringkas dan sesuai dengan minat generasi muda tanpa menghilangkan nilai tradisinya,” tuturnya.

Jairi menjelaskan ruang pertunjukan tidak harus selalu berada pada agenda pemerintah. Panggung bagi seni tradisi juga dapat dibuka melalui hotel, destinasi wisata maupun berbagai agenda kebudayaan.

Dirinya mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah memberikan dukungan kepada komunitas budaya, termasuk program penghargaan bagi seniman dan budayawan.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.