03 September 2026

Get In Touch

Kemarau Belum Usai di September? (Koran Senin, 31 Agustus 2026)

MEMASUKI September, musim kemarau belum berakhir di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah justru baru mencapai puncak kemarau pada bulan ini.

BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September. BMKG mengaitkan kondisi kemarau 2026 dengan dinamika atmosfer, termasuk pengaruh El Niño. Fenomena tersebut diprediksi bertahan hingga awal 2027. Kondisi kemarau sudah berdampak pada ketersediaan air di sejumlah daerah. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan lebih dari setengah juta warga mengalami krisis air. Sementara kekeringan juga meluas di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, hingga Sulawesi. Karhutla juga terus meluas. Data Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla nasional mencapai 202.004 hektare sepanjang Januari-Juli 2026. Sementara itu, analisis Madani Berkelanjutan menunjukkan luas area indikatif terbakar telah mencapai 667.133 hektare hingga 20 Agustus 2026. Keterbatasan air, angin kencang, dan gangguan jarak pandang dalam proses pemadaman. Kondisi ini membuat penanganan karhutla masih menjadi persoalan serius di sejumlah provinsi. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/31082026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.