JAKARTA (Lentera) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tembus 50.891 kasus sejak pada Juli hingga Agustus 2026. Untuk itu Kemenkes menyiapkan 1.891 puskesmas dan 360 rumah sakit rujukan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kemenkes juga mencatat bahwa dari total 50.891 kasus ISPA tersebut, sebanyak 12.600 ISPA terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun dan di atas lima tahun sebesar 38.291.
"Kami sudah menyiapkan pos pelayanan kesehatan termasuk obat-obatannya di seluruh puskesmas di daerah kejadian, yakni 1.891 puskesmas," kata Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Andi Saguni melasir kompas.com, Selasa (1/9/2026).
Kemenkes juga menyiapkan rumah sakit rujukan sebanyak 360 rumah sakit rujukan, menyiapkan Labkesmas sebanyak 87 laboratorium kesehatan masyarakat.
Dia menandaskan bawah Laboratorium tersebut digunakan untuk pengujian kualitas udara dan pemeriksaan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak karhutla. Selain itu, Kemenkes juga menyiagakan Public Safety Center (PSC) 119 serta tenaga cadangan kesehatan di sejumlah kabupaten dan kota terdampak.
Andi menandaskan pemerintah juga menyalurkan logistik kesehatan, termasuk masker, oksigen konsentrator, tabung oksigen, serta obat-obatan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan dan penyakit lain yang dipicu paparan asap.
Penyiapan fasilitas kesehatan tersebut dilakukan bersamaan dengan pemantauan penyakit, pengawasan kualitas udara, serta koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Kami melakukan pemantauan lapangan di lokasi terdampak Karhutla termasuk pembagian masker, pengecekan kesediaan obat-obatan, utamanya itu juga ya. Jadi kalau asma tentunya ada obat asma di puskesmas, di rumah sakit harus tersedia," jelas Andi. (*)
Editor: Lutfiyu Handi




.jpg)