SURABAYA (Lentera) - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan kualitas dan daya saing guru vokasi Jawa Timur semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional hingga internasional. Hal ini dibuktikan dengan 14 guru sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur dari 50 guru yang terpilih secara nasional terpilih mengikuti Program Magang Luar Negeri di Jerman.
Aries mengaku sangat sangat bangga dengan apa yang diraih 14 guru tersebut. Bahkan dia juga mengatakan jumlah tersebut bukan kecil karena dari 50 guru yang terpilih secara nasional. Keberhasilan itu setlah mereka mengikuti program yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Karena itu, dia menandaskan bahwa para guru tidak boleh memandang kesempatan magang tersebut sekadar sebagai pencapaian pribadi. Namun nantinya harus mampu membawa pulang pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat pendidikan vokasi di Jawa Timur.
“Saya berpesan kepada 14 guru ini, jangan hanya membawa pulang sertifikat internasional. Bawa pulang standar dunia untuk Jawa Timur. Bawa pulang ilmu, teknologi, budaya kerja, disiplin, produktivitas, inovasi, dan cara berpikir baru,” ujarnya melansir antara Selasa (1/9/2026).
Lebih lanjut Aries menjelaksan. para guru tersebut berasal dari SMK negeri dan swasta di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Yaitu dari SMKS Semen Gresik, SMKN 3 Tuban, SMKN 3 Buduran, SMKN 2 Sampang, SMKN 2 Pamekasan, SMKN 10 Malang, SMKN 1 Gedangan, SMKN 1 Udanawu, SMKS Krian 2 Sidoarjo, SMKN 1 Bangil, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMKN 2 Singosari, SMKN 1 Singosari, dan SMKN 1 Bendo Magetan.
Mereka akan menjalani program selama tiga bulan di Jerman, termasuk pendidikan di Festo Didactic dan Technische Universität Dresden (TU Dresden).
Aries berharap pengalaman yang diperoleh dapat diimbaskan kepada guru SMK lainnya sehingga manfaat program tidak berhenti pada 14 peserta. Dia menambahkan jangan sampai pengalaman di Jerman berhenti pada 14 orang. Namun, dia meminta supaya satu guru mampu menginspirasi puluhan guru lain dan berdampak kepada ratusan bahkan ribuan murid.
Dia menandaskan bahwa pengalaman belajar di internasional dapat memperkuat keterkaitan dan kesepadanan antara pembelajaran SMK dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)