03 September 2026

Get In Touch

Peziarah Keluhkan Gangguan Anjal di Ampel, Diduga Kucing-kucingan dengan Satpol PP Surabaya

Salah satu anak jalanan ketika diamankan oleh Satpol PP Kota Surabaya
Salah satu anak jalanan ketika diamankan oleh Satpol PP Kota Surabaya

SURABAYA (Lentera) -Sejumlah peziarah di kawasan wisata religi Makam Sunan Ampel Surabaya merasa terganggu oleh keberadaan anak jalanan (anjal) dan pengemis yang meminta uang kepada dengan cara yang dinilai memaksa. Keluhan tersebut beberapa kali disampaikan melalui hotline Lapor Cak Eri.

Modusnya beragam. Ada yang berpura-pura membantu peziarah menyeberang jalan, kemudian meminta uang. Bahkan, beberapa di antaranya disebut mengikuti peziarah hingga akhirnya mereka memberikan uang.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, laporan mengenai keberadaan anjal di kawasan Ampel suah diterima Pemkot Surabaya. Ia memastikan jajaran Satpol PP Surabaya telah turun melakukan penertiban.

"Ada laporan di hotline terkait anak jalanan (anjal) di kawasan (Makam Sunan) Ampel. Mereka mengganggu dan membuat peziarah tidak nyaman," kata Eri, Rabu (2/9/2026).

Menurut Eri, pengawasan di kawasan Ampel sebenarnya telah dilakukan setiap hari. Namun, keberadaan anjal yang tidak menetap membuat petugas harus menghadapi pola "kucing-kucingan".

"Teman-teman dari Satpol PP Surabaya sudah turun ke lokasi. Sebenarnya, pengawasan di sekitar kawasan tersebut dilakukan setiap hari. Hanya saja, keberadaan anak jalanan terkadang ada dan terkadang tidak ada," ujarnya.

Ia menyebut penertiban terhadap anjal dan pengamen di kawasan Ampel juga telah dilakukan berulang kali. Namun, sebagian dari mereka kembali ke lokasi setelah petugas meninggalkan kawasan tersebut.

"Saya minta maaf kepada para peziarah. Tapi ini, sudah berulang kali ditertibkan oleh teman-teman, dijaga oleh teman-teman, tetapi tetap saja seperti kucing-kucingan dan kembali lagi," sebutnya.

Eri meminta intensitas pengawasan di kawasan Ampel ditingkatkan. Ia akan berkoordinasi dengan Satpol PP Surabaya agar patroli dilakukan lebih ketat untuk mencegah anjal kembali mengganggu peziarah.

"Insyaallah saya akan berkoordinasi dengan Satpol PP. Nanti pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel," ujarnya.

Selain penertiban di lapangan, Pemkot Surabaya juga menerapkan sanksi sosial bagi sejumlah anjal dan pengamen yang diamankan Satpol PP.

Mereka ditempatkan di UPTD Liponsos Keputih Surabaya selama tiga hari untuk menjalani sanksi sosial. Selama berada di sana, mereka antara lain diarahkan membersihkan area Liponsos Keputih dan membantu memberikan makanan kepada orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Eri menegaskan, pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan kawasan wisata religi Sunan Ampel tetap aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama para peziarah.

"Jadi, nanti para peziarah yang datang ke Ampel bisa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh anjal," tuturnya.

Ia berharap pengetatan pengawasan dapat mencegah gangguan terhadap peziarah sekaligus menjaga kenyamanan kawasan religi Makam Sunan Ampel. "Semoga para peziarah tetap merasa aman dan nyaman di Ampel. Insyaallah pengawasan akan diperketat lagi di kawasan Ampel," pungkasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.