05 September 2026

Get In Touch

Anggota DPRD Palangka Raya Tekankan Siswa Manfaatkan PJJ dan Masyarakat Jaga Kesehatan Saat Karhutla

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery

PALANGKA RAYA (Lentera) - Para pelajar di Kota Palangka Raya diminta memanfaatkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring, dengan tetap berada di rumah selama kondisi kabut asap masih tergolong berisiko terhadap kesehatan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery mengatakan kebijakan ini dinilai penting untuk mengurangi dampak gangguan kesehatan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dilaporkan meningkat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Khemal menilai, pembelajaran dari rumah akan menjadi tidak efektif apabila anak-anak justru tetap bermain di luar tanpa menggunakan masker.

"Karena itu, para orang tua juga diharapkan ikut mengawasi aktivitas anak selama penerapan PJJ, dengan demikian tujuan melindungi kesehatan pelajar dari paparan asap dapat tercapai," papar Khemal, Rabu (2/9/2026).

Selain mengingatkan para pelajar, bagi masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas di luar rumah, juga diminta memperhatikan perlindungan diri. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah penting, terutama ketika kondisi kualitas udara berada di tingkat yang membahayakan kesehatan.

"Masyarakat juga kami imbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan memenuhi kebutuhan nutrisi," tuturnya.

Ia turut memberikan apresiasi, kepada BPBD Kota Palangka Raya dan seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kemarau.  

Petugas pemadam kebakaran dinilai telah bekerja keras dengan menghadapi risiko tinggi dalam upaya mencegah meluasnya api dan melindungi masyarakat dari dampak kebakaran serta kabut asap.

Masyarakat juga diminta, tidak hanya mengandalkan petugas ketika kebakaran terjadi, tetapi ikut berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing. Peran RT, warga, relawan, serta berbagai unsur masyarakat dinilai sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

"Kebakaran dapat terjadi tanpa diduga dan berpotensi muncul di lingkungan permukiman, karena itu kewaspadaan bersama menjadi langkah utama dalam pencegahan karhutla," ucapnya.

Khemal menambahkan, masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap petugas pemadam kebakaran melalui bantuan sosial melalui berbagai bentuk bantuan, seperti pembagian minuman, masker, dan kebutuhan lainnya.

"Kami berharap keberadaan rumah bebas asap sebagai salah satu langkah positif dalam melindungi masyarakat dari dampak kabut asap dan semoga fasilitas serupa dapat terus diperbanyak sebagai bagian dari upaya pencegahan dan perlindungan kesehatan warga," tutupnya.

 

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.