SURABAYA (Lentera)— Tim riset kendaraan hemat energi Nogogeni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membidik gelar juara pada Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Persiapan dilakukan dengan meluncurkan dua kendaraan terbaru, yakni Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX, yang dikembangkan dengan fokus pada peningkatan efisiensi sistem penggerak, optimalisasi mesin, serta pengurangan bobot kendaraan.
Kedua kendaraan tersebut diluncurkan pada Kamis (3/9/2026) dan akan menjadi andalan Nogogeni ITS dalam KMHE 2026 yang rencananya berlangsung di Universitas Jember pada akhir September atau awal Oktober mendatang.
Pengembangan kedua mobil diarahkan untuk menekan penggunaan energi sekaligus meningkatkan performa kendaraan. Optimalisasi sistem propulsi dan pengurangan losses menjadi bagian penting dalam proses riset yang dilakukan mahasiswa ITS.
Direktur Kemahasiswaan (Dirmawa) ITS Nur Syahroni ST MT PhD mengatakan, ITS terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi mahasiswa, baik melalui lingkungan akademik, fasilitas, maupun dukungan materi dan moral.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi sekaligus mempertahankan prestasi ITS di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan itu, mahasiswa dapat termotivasi untuk terus berkompetisi dan mempertahankan prestasi gemilang dari tahun ke tahun,” ujar dosen Departemen Teknik Kelautan ITS tersebut.
Nur Syahroni menambahkan, ITS juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan karier mahasiswa yang berprestasi. Para juara nantinya berpeluang mendapatkan rekomendasi untuk memasuki perusahaan-perusahaan yang menjadi mitra ITS.
Langkah tersebut menjadi bentuk apresiasi kampus agar pengalaman mahasiswa selama mengikuti kompetisi tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi juga dapat menjadi modal untuk pengembangan karier setelah lulus.
Sementara itu, Pembina Tim Nogogeni ITS Dedy Zulhidayat Noor ST MT PhD mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam proses pengembangan kendaraan. Salah satunya berupa akses untuk melakukan uji coba di Sirkuit Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.
Menurut Dedy, akses tersebut membantu tim melakukan pengujian secara langsung terhadap performa kendaraan sebelum digunakan dalam kompetisi. “Jadi mahasiswa dapat mengukur performa kendaraan, modifikasi rasio gigi, serta mengevaluasi aspek teknis sebelum turun berlaga,” ungkap dosen Departemen Teknik Mesin Industri ITS tersebut.
General Manager Tim Nogogeni ITS Hafiz Diandra Pratama mengatakan, tim optimistis dapat kembali merebut posisi juara pertama pada KMHE 2026. Keyakinan itu didasarkan pada serangkaian pengujian dan pengembangan yang telah dilakukan terhadap dua kendaraan generasi terbaru.
“Kami sudah siap juara kembali, setelah sukses melakukan serangkaian uji coba dengan peningkatan hasil efisiensi yang signifikan dari tahun lalu,” tegas Hafiz.
Dari sisi teknologi, Nogogeni XI EVO dan Nogogeni IX memiliki sejumlah pembaruan dibandingkan generasi sebelumnya. Pengembangan mencakup konstruksi mesin, sistem penggerak atau drive system, hingga upaya mengurangi gesekan pada sejumlah bagian kendaraan.
Dengan rancangan mesin tersebut bisa membuat losses mobil menjadi lebih sedikit dan efisiensinya meningkat,” papar Hafiz.
Tim juga membagi fokus pengembangan berdasarkan karakter masing-masing kendaraan. Nogogeni XI EVO merupakan mobil kategori urban electric yang difokuskan pada optimalisasi sistem penggerak dan pengurangan bobot rangka.
Sementara Nogogeni IX merupakan mobil kategori urban ethanol yang dikembangkan dengan fokus pada sistem penggerak dan peningkatan efisiensi mesin.
Hafiz menjelaskan, perbedaan fokus tersebut disesuaikan dengan karakter sumber energi dan sistem kendaraan yang digunakan. Dengan optimasi pada komponen utama, tim berharap konsumsi energi dapat ditekan tanpa mengorbankan performa kendaraan ketika berada di lintasan kompetisi.
Selain mempersiapkan diri untuk KMHE 2026, Tim Nogogeni ITS juga terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar kedua kendaraan tersebut dapat digunakan dalam kompetisi tingkat internasional.
Salah satu ajang yang menjadi proyeksi pengembangan berikutnya adalah Shell Eco-marathon (SEM), kompetisi kendaraan hemat energi yang mempertemukan tim mahasiswa dari berbagai negara.
Inovasi kendaraan hemat energi yang dikembangkan Nogogeni ITS tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pengembangan teknologi kendaraan yang lebih efisien mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta tujuan ke-13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH




.jpg)