07 September 2026

Get In Touch

Elvira Pimpin PAMDI Jatim 2026–2031, Bidik Dangdut Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Pelantikan kepengurusan DPD serta DPC PAMDI se-Jawa Timur.
Pelantikan kepengurusan DPD serta DPC PAMDI se-Jawa Timur.

SURABAYA (Lentera) - Musik dangdut di Jawa Timur didorong tidak berhenti sebagai hiburan, tetapi berkembang menjadi kekuatan kebudayaan sekaligus penggerak ekonomi kreatif dan kesejahteraan seniman. Komitmen tersebut menjadi salah satu agenda yang diusung Al Kurotin Elvira setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia (PAMDI) Jawa Timur periode 2026–2031.

Elvira ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) DPD PAMDI Jatim yang digelar di Hotel Wyndham Surabaya, Minggu (6/9/2026). Penetapan tersebut dilanjutkan dengan pelantikan kepengurusan DPD serta DPC PAMDI se-Jawa Timur.

Pelantikan dihadiri Ketua Umum DPP PAMDI H Rhoma Irama serta perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jatim Muhammad Isa Anshori hadir mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Yona Bagus Widyatmoko, CEO PT SSIP Moch. Nur Irvan Ediyono, akademisi UIN Sunan Ampel Surabaya Amin Lubis, mantan Ketua DPD PAMDI Jatim Enny Puri Rahayu, serta sejumlah tokoh senior musik dangdut Jatim seperti Imron Sadewo, Surya Aka, Muhammad Bajuri, serta sejumlah pencipta lagu, antara lain Husen Albana dan Pak Toyo.

Dalam pidato perdananya, Elvira menekankan dangdut memiliki kekuatan kultural dan sosial yang dapat dikembangkan lebih jauh untuk memberikan manfaat ekonomi bagi para pelakunya.

Menurutnya, ekosistem dangdut tidak hanya berkaitan dengan musisi dan penyanyi, tetapi juga bersinggungan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif hingga berbagai profesi yang menopang industri musik.

“Dangdut bukan hanya membuat orang bergoyang, tapi juga mampu menggerakkan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Elvira.

Untuk menjalankan kepengurusan selama lima tahun ke depan, Elvira membawa tiga pilar yang menjadi arah gerak PAMDI Jatim, yakni “Dangdut maju, talenta tumbuh, seniman sejahtera.”

Ia menilai kemajuan musik dangdut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas talenta serta penghargaan yang layak terhadap karya para seniman.

Elvira juga mengajak para pengurus dan pelaku musik Melayu-Dangdut menjaga profesionalitas serta kehormatan profesi. Hal tersebut diwujudkan melalui komitmen PAMDI untuk bermusik dan menghibur dengan tetap menjunjung nilai moral.

“PAMDI bermusik dan menghibur dengan akhlak mulia. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semuanya untuk menjalankan amanah ini. PAMDI maju karena kita bersatu, dangdut maju karena talenta terus tumbuh, dan seniman sejahtera karena karya dihargai,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PAMDI H Rhoma Irama mengingatkan para pelaku musik agar tidak memandang karya seni hanya sebagai sarana hiburan.

Menurut Rhoma, musik memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter masyarakat. Karena itu, setiap karya yang dihasilkan seniman juga memiliki tanggung jawab moral, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia.

“Musik bukan sekadar alat hiburan, tapi musik memiliki pertanggungjawaban kepada Allah dan kepada manusia,” ujar Rhoma.

Ia mengatakan kekuatan musik dan lirik dapat memengaruhi pola pikir hingga karakter seseorang. Dalam skala yang lebih luas, musik bahkan dapat ikut membentuk karakter sebuah bangsa.

“Musik bisa mengubah karakter seseorang, bahkan bisa mengubah karakter sebuah bangsa. Kita bisa melihat bagaimana musik bisa merusak jiwa manusia, dan musik juga bisa membangun moral manusia,” katanya.

Pesan tersebut, menurut Rhoma, menjadi semakin penting di tengah perkembangan globalisasi dan derasnya pertukaran budaya. Ia meminta PAMDI tidak menutup diri terhadap perkembangan budaya asing, tetapi tetap memiliki kemampuan untuk menyaring pengaruh yang tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa.

Rhoma berharap PAMDI dapat mengambil peran sebagai salah satu benteng kebudayaan nasional melalui musik Melayu-Dangdut.

“Di era globalisasi ini kita tidak akan terlepas dari akulturasi budaya asing. Oleh karena itu, penetrasi kultural yang bersifat tidak sesuai dengan nilai budaya yang kita miliki, hendaklah PAMDI menjadi salah satu benteng budaya nasional di bidang kebudayaan,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Isa Anshori menyampaikan apresiasi terhadap regenerasi kepengurusan PAMDI Jatim. Pemprov berharap kepengurusan baru mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membangun ekosistem industri kreatif yang semakin profesional.

Isa menilai pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum untuk memperkuat posisi para pelaku seni dan membuka ruang kreativitas yang lebih luas.

“Pelantikan pada hari ini tentu bukan sekadar seremonial organisasi, lebih dari itu merupakan pemantik awal dari sebuah amanah dan tanggung jawab untuk membangun organisasi yang semakin profesional, memperkuat para pelaku seni, serta membuka ruang yang lebih luas bagi tumbuhnya kreativitas,” kata Isa.

Ia juga mengapresiasi sosok Rhoma Irama yang dinilai mampu menjalankan peran sebagai seniman sekaligus tokoh agama.

“Beliau seniman, penyanyi, dan juga sebagai ulama. Itu luar biasa sekali, dan itu mungkin yang perlu ditiru untuk seluruh PAMDI di Jawa Timur,” ujarnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PAMDI Jatim diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi hingga tingkat daerah, tetapi juga mampu menciptakan ruang yang lebih luas bagi regenerasi talenta, penghargaan terhadap karya, dan peningkatan kesejahteraan para seniman dangdut. (*)

 

Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.