07 September 2026

Get In Touch

Bukan Sekadar Model, Material Tas Juga Menentukan Gaya

Bukan Sekadar Model, Material Tas Juga Menentukan Gaya

SURABAYA ( LENTERA ) - Memilih tas sering kali dimulai dari pertanyaan sederhana yaitu model apa yang sedang tren? Warna apa yang paling mudah dipadukan dengan pakaian? Padahal, ada satu unsur yang tak kalah penting untuk diperhatikan, yakni material.

Bahan tas bukan hanya menentukan tampilan, tetapi juga memengaruhi kesan yang muncul, tingkat kenyamanan, daya tahan, hingga fungsi tas dalam keseharian. Tas berbahan leather, misalnya, cenderung memberikan kesan profesional dan klasik. 

Sementara denim lebih dekat dengan gaya kasual dan youthful.Karena itu, memahami karakter setiap material bisa membantu seseorang memilih tas yang bukan hanya terlihat menarik, tetapi juga sesuai dengan aktivitas dan personal style.

Tren tas global pada 2026 bahkan menunjukkan bahwa fungsi dan karakter material semakin mendapat perhatian. Vogue mencatat, tren handbag musim panas 2026 bergerak ke arah tas yang menggabungkan kepribadian dengan kepraktisan. Siluet berukuran besar, leather yang lembut, suede, serta tas yang mampu membawa lebih banyak barang menjadi sejumlah tren yang menonjol.

Dengan kata lain, tas kini tidak melulu soal aksesori pemanis penampilan. Material dan konstruksinya ikut menentukan apakah sebuah tas benar-benar relevan dengan kebutuhan pemakainya.

Denim untuk Gaya Santai

Tas denim atau jeans menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menyukai gaya kasual, streetwear, atau penampilan yang tidak terlalu formal.

Karakter kain denim yang sudah identik dengan busana sehari-hari membuat tas berbahan ini relatif mudah dipadukan. Oversized T-shirt, celana jeans, hoodie, hingga sneakers bisa menjadi pasangan yang natural.

Tekstur denim juga memberikan kesan effortless. Karena itu, material ini cocok digunakan saat hangout, berjalan-jalan, atau aktivitas santai lainnya.

Bagi pencinta denim, tas dengan material senada juga bisa menjadi cara untuk menghadirkan tampilan denim-on-denim tanpa harus terlihat terlalu formal.

Leather Sentuhan Klasik 

Jika denim menawarkan kesan santai, leather berada di sisi yang berbeda. Material ini identik dengan kesan sophisticated, profesional, dan klasik.

Tas leather dapat menjadi pilihan untuk bekerja, menghadiri meeting, maupun acara formal. Dipadukan dengan kemeja, blazer, celana tailored, atau dress sederhana, tas leather dapat memperkuat kesan polished.
Tidak mengherankan jika leather terus menjadi salah satu material utama dalam industri handbag. Vogue pada 2026 bahkan masih menempatkan tas berbahan leather sebagai bagian dari pilihan investasi jangka panjang, terutama ketika desain dan konstruksinya memiliki kualitas yang baik.

Namun, membeli tas leather sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tampilannya. Jenis leather, proses penyamakan, kualitas jahitan, serta perawatannya juga menentukan umur pemakaian.

Di sisi lain, industri fesyen kini juga menghadapi pertanyaan mengenai dampak lingkungan leather konvensional. Vogue mencatat bahwa jejak lingkungan leather berkaitan antara lain dengan emisi peternakan sapi, deforestasi, serta penggunaan bahan kimia dalam proses penyamakan. Kondisi tersebut mendorong pengembangan material alternatif. 

Tweed Membawa Nuansa Preppy

Material tweed memiliki karakter yang langsung terasa dari teksturnya. Permukaan dengan pola tenunan benang yang khas memberikan kesan klasik sekaligus sophisticated.

Tas tweed cocok bagi mereka yang menyukai gaya preppy, feminin, atau elegan. Material ini dapat dipadukan dengan cardigan, rok, dress, maupun pakaian berpotongan sederhana.

Keunggulan tweed justru terletak pada teksturnya. Ketika busana yang digunakan relatif minimalis, tas tweed dapat menjadi focal point tanpa membutuhkan terlalu banyak aksesori tambahan.

Tweed juga tidak hanya hadir sebagai material klasik. Industri fashion kini mulai memperhatikan bagaimana material seperti tweed dapat masuk ke dalam sistem daur ulang. Chanel, misalnya, pada 2025 memperkenalkan platform Nevold yang berfokus pada pengembangan material sirkular, termasuk tweed dan leather, dalam skala industri. 

Suede Si Vintage

Suede menawarkan karakter berbeda dari leather dengan permukaan yang lebih lembut dan memiliki tekstur khas. Material ini dapat memberikan kesan hangat, vintage, hingga bohemian.

Warna-warna earth tone seperti cokelat, tan, cream, terracotta, dan beige menjadi pasangan yang natural untuk tas suede. Karena karakternya cukup kuat, pakaian sederhana pun dapat terlihat lebih berkarakter ketika dipadukan dengan tas berbahan ini.

Popularitas suede juga kembali menguat dalam tren fashion global. Vogue mencatat kebangkitan suede sebagai salah satu tekstur yang menonjol dalam tren handbag, dengan material tersebut digunakan pada berbagai model tas dari shoulder bag hingga tote. 

Pada koleksi handbag 2026, suede bahkan hadir berdampingan dengan leather dalam siluet yang lebih santai dan slouchy. Perpaduan material lembut dengan bentuk tas yang tidak terlalu kaku mencerminkan arah fashion yang semakin mengutamakan kenyamanan tanpa kehilangan unsur gaya.

Meski menarik secara visual, suede membutuhkan perhatian lebih. Material ini relatif lebih mudah menunjukkan noda atau bekas gesekan. Namun, dalam konteks tertentu, perubahan tekstur akibat pemakaian justru dapat memberikan kesan worn-in yang menjadi bagian dari daya tarik vintage.

Nylon-Parasut untuk Mobilitas Tinggi

Bagi mereka yang lebih banyak bergerak, tas berbahan nylon atau parasut dapat menjadi pilihan praktis.

Karakter material yang ringan, fleksibel, dan pada banyak jenis produk memiliki kemampuan menahan air membuatnya cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari, perjalanan, maupun kegiatan yang membutuhkan banyak barang.
Tas nylon dapat dipadukan dengan track pants, hoodie, sneakers, maupun pakaian kasual. 

Bentuknya yang fleksibel juga membuat material ini mudah digunakan sebagai tote, shoulder bag, backpack, hingga crossbody.
Tren handbag global menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap tas berukuran besar dan fungsional semakin kuat. Vogue mencatat tas berukuran roomy menjadi salah satu arah penting pada musim panas 2026 karena dapat menunjang mobilitas dari perjalanan sehari-hari hingga bepergian pada akhir pekan. 

Bahkan, perkembangan material nylon kini tidak berhenti pada fungsi. Sejumlah produsen mengembangkan recycled nylon sebagai bagian dari upaya mengurangi penggunaan bahan baru. Industri fashion juga terus mengeksplorasi material yang dapat memberikan performa sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Alam dan Daur Ulang

Pilihan material tas kini semakin luas. Selain material konvensional seperti leather, denim, tweed, suede, dan nylon, industri fesyen terus bereksperimen dengan material berbasis tumbuhan maupun material daur ulang.
Sejumlah alternatif leather dibuat dari bahan seperti apel, kaktus, jagung, hingga serat tanaman. Namun, label “vegan” atau “berbasis tanaman” tidak otomatis berarti sebuah material memiliki dampak lingkungan paling rendah.

FashionUnited mencatat bahwa sejumlah material alternatif leather masih menggunakan polyurethane atau bahan sintetis lain dalam proses pembuatannya. Karena itu, menilai keberlanjutan sebuah tas membutuhkan perhatian terhadap keseluruhan proses produksi, bukan hanya nama materialnya. 

Eksperimen material juga semakin berkembang. Kering melalui Material Innovation Lab, misalnya, pada 2026 mendorong desainer bereksperimen dengan material berbasis bio, leather alternatif, pigmen berbasis tanaman, hingga material untuk pencetakan 3D yang dapat dikomposkan. Kering menargetkan pengurangan penggunaan virgin animal leather sebesar 30 persen pada 2028. 

Artinya, pilihan material tas ke depan kemungkinan tidak hanya ditentukan oleh pertanyaan apakah bahan tersebut terlihat mewah atau trendy, tetapi juga bagaimana material itu dibuat, digunakan, dirawat, dan pada akhirnya berakhir setelah masa pakainya selesai.

Tas yang baik bukan sekadar tas yang terlihat bagus ketika pertama kali dibeli. Tas yang tepat adalah yang mampu menyatu dengan gaya hidup pemiliknya.

Di tengah tren yang semakin mengarah pada perpaduan personal expression dan functionality, material justru menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menentukan karakter sebuah penampilan.(far,ist/dya)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.