MADIUN (Lentera) — Sebanyak 30 siswa, seorang guru, dan seorang tenaga pendidik di SD Negeri 02 Kanigoro, Kota Madiun, mengalami pusing dan mual setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (9/9/2026).
Sejumlah siswa bahkan mengalami muntah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Sukosari dan IGD RSUD Kota Madiun.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai sejumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan, setelah menyantap menu MBG.
“Sekitar 30 siswa dan dua orang, yang satunya guru dan satunya tendik, merasa pusing, merasa mual setelah mengonsumsi MBG,” kata Lismawati.
Menurut Lismawati, kondisi sebagian siswa yang menjalani pemeriksaan di Puskesmas Sukosari telah membaik. Mereka sudah tidak mengeluhkan pusing dan mual.
Sementara itu, sejumlah siswa lainnya masih menjalani penanganan di RSUD Kota Madiun. Guru dan tenaga pendidik yang turut mengalami keluhan kesehatan juga mendapatkan perawatan.
Lismawati menyebut, menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari itu antara lain tahu dan udang.
“Ada anak yang di puskesmas sudah sembuh, tadi sudah tidak pusing, sudah tidak mual. Kemudian yang lainnya ada di Rumah Sakit Sogaten,” ujarnya.
Salah satu wali murid, Ela Frediana mengatakan anaknya mengalami sakit perut, setelah mengonsumsi makanan MBG di sekolah.
Anaknya kemudian dibawa ke Puskesmas Sukosari, untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah kondisinya membaik, anak tersebut diperbolehkan pulang.
Menurut Ela, setelah mendapat penanganan medis kondisi anaknya mulai membaik dan diperbolehkan pulang.
Ela mengatakan, anaknya menyantap tahu dan sate udang. Ia mengaku, untuk sementara tidak mengizinkan anaknya mengonsumsi makanan MBG karena masih khawatir.
"Masih perutnya katanya masih perih. Tadi anaknya masih di sekolah, makan tahu bulat sama sate udang. Tahu bulatnya basi," ujarnya.
Ela mengaku, masih trauma dengan kejadian tersebut, sementara makan dari rumah saja.
"Sementara ya enggak tak ini, enggak tak kasih izin dulu. Suruh makan di rumah," ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kanigoro 2 Kota Madiun mengenai kejadian tersebut.
Demikian juga penyebab munculnya keluhan pada siswa, guru, dan tenaga kependidikan belum diketahui. Pihak puskeses dan kepolisian belum memberikan keterangan resmi.
Repoter : Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais






.jpg)