11 September 2026

Get In Touch

Tren Alami Perawatan Rambut dengan Air Rosemary

Tren Alami Perawatan Rambut dengan Air Rosemary

SURABAYA ( LENTERA ) - Rosemary belakangan tak hanya dikenal sebagai tanaman aromatik untuk masakan. Di media sosial, tanaman dengan nama ilmiah Salvia rosmarinus ini ikut menjadi bahan pembicaraan dalam dunia perawatan rambut. Air rebusan rosemary hingga minyak rosemary digunakan sebagai bagian dari rutinitas perawatan dengan harapan rambut tumbuh lebih lebat, kulit kepala lebih sehat, dan kerontokan berkurang.

Tren tersebut bukan sepenuhnya tanpa dasar. Sejumlah penelitian memang menemukan potensi rosemary untuk mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala. Namun, bukti ilmiahnya masih terbatas sehingga rosemary sebaiknya ditempatkan sebagai pelengkap perawatan, bukan pengganti terapi medis untuk kerontokan rambut.

Salah satu penelitian yang paling sering menjadi rujukan adalah uji klinis acak yang membandingkan minyak rosemary dengan minoxidil 2 persen pada pria dengan androgenetic alopecia atau kebotakan berpola akibat faktor genetik. Penelitian yang diterbitkan pada 2015 itu menemukan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan jumlah rambut setelah enam bulan penggunaan.

Namun, hasil tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Tinjauan ilmiah mengenai terapi androgenetic alopecia yang diterbitkan dalam jurnal Drugs pada 2023 menyebut penelitian rosemary tersebut melibatkan 100 pria dan menggunakan lotion rosemary dengan konsentrasi 3,7 miligram per mililiter, dibandingkan dengan minoxidil 2 persen. 

Kedua kelompok mengalami peningkatan jumlah rambut setelah enam bulan dan efek samping berupa rasa gatal juga ditemukan pada kedua kelompok. Para peneliti sekaligus menekankan bahwa berbagai penelitian terapi rambut masih memiliki keterbatasan dalam ukuran sampel, metode, serta lama pemantauan.

Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap rosemary belum surut. Sebuah tinjauan yang diterbitkan Dermatology Reports pada Februari 2026 secara khusus membahas berbagai bahan alami untuk pertumbuhan rambut dengan fokus pada rosemary. Artinya, rosemary masih menjadi objek penelitian, tetapi keberadaan penelitian tidak otomatis berarti khasiatnya sudah terbukti setara dengan terapi medis yang telah mapan.

Dukung Sirkulasi Kulit Kepala

Salah satu alasan rosemary banyak digunakan dalam perawatan rambut adalah potensinya terhadap sirkulasi mikro di kulit kepala. Secara teori, kondisi kulit kepala yang sehat dan pasokan darah yang baik dapat membantu menyediakan lingkungan yang mendukung fungsi folikel rambut.

Rosemary juga diketahui mengandung sejumlah senyawa bioaktif, termasuk asam rosmarinat dan turunan diterpena seperti asam karnosat. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan dan menjadi salah satu alasan rosemary menarik perhatian dalam penelitian mengenai kesehatan rambut.

Bantu Lebih Tebal

Bagi orang yang mengalami rambut menipis, rosemary menjadi salah satu alternatif perawatan alami yang populer. Studi 2015 menunjukkan minyak rosemary dan minoxidil 2 persen sama-sama menghasilkan peningkatan jumlah rambut setelah enam bulan pada kelompok penelitian.

Meski demikian, hasil itu tidak dapat langsung diartikan bahwa air rosemary memiliki efek yang sama. Penelitian tersebut menggunakan minyak rosemary, bukan air rebusan rosemary. Perbedaan bentuk, konsentrasi, metode ekstraksi, dan cara pemakaian membuat hasil penelitian minyak tidak bisa begitu saja diterapkan pada air rosemary buatan sendiri.

Bantu Atasi Kerontokan 

Kerontokan akibat androgenetic alopecia merupakan kondisi kronis yang dipengaruhi faktor genetik dan hormon. Karena itu, penanganannya tidak sesederhana mengganti sampo atau menggunakan bahan alami tertentu.

Tinjauan Androgenetic Alopecia: Therapy Update menyebut rosemary oil sebagai salah satu minyak nabati yang pernah menunjukkan hasil dalam penelitian klinis. Namun, tinjauan tersebut juga menegaskan perlunya penelitian dengan sampel lebih besar, desain yang lebih kuat, serta perbandingan langsung antarterapi untuk memperoleh kesimpulan yang lebih meyakinkan.

Media internasional The Washington Post juga menyoroti popularitas rosemary oil yang meningkat di media sosial pada 2026. Para dermatolog yang dikutip mengingatkan bahwa bukti untuk pertumbuhan kembali rambut masih terbatas dan manfaatnya tidak dapat disamakan dengan terapi yang memiliki dukungan bukti lebih kuat seperti minoxidil.
Dengan kata lain, rosemary mungkin menarik sebagai bagian dari rutinitas perawatan, tetapi bukan berarti semua jenis kerontokan rambut dapat diatasi dengan rosemary.

Antioksidan Lindungi dari UV

Manfaat lain yang menarik datang dari penelitian mengenai paparan sinar ultraviolet. Rambut yang terus-menerus terpapar matahari dapat mengalami kerusakan protein sehingga menjadi lebih kering, rapuh, dan kehilangan kualitasnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science pada 2023 menguji sejumlah ekstrak rosemary dan menemukan aktivitas antioksidan. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa ekstrak tertentu mampu membantu melindungi rambut dari kerusakan protein akibat paparan UV.

Peneliti mengidentifikasi senyawa seperti asam rosmarinat dan asam karnosat sebagai komponen penting yang berkontribusi terhadap aktivitas tersebut. Namun, penelitian ini dilakukan pada ekstrak rosemary dan model rambut, sehingga tidak berarti air rosemary rumahan dapat menggantikan produk perlindungan rambut dari UV.(far,ist/dya)
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.