SURABAYA (Lentera) - Meningkatnya kasus demam dan influenza di Kota Surabaya di tengah perubahan cuaca menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan daya tahan tubuh.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dr. Zuhrotul Mar’ah menilai perubahan cuaca dapat membuat virus dan bakteri lebih mudah berkembang, terutama ketika kondisi imunitas seseorang sedang menurun.
Menurut dr. Zuhro, menjaga daya tahan tubuh tidak hanya dilakukan ketika seseorang mulai sakit. Pola hidup sehat perlu menjadi kebiasaan sehari-hari agar tubuh lebih siap menghadapi berbagai penyakit.
"Kalau daya tahan tubuh kita bagus, walaupun diserang oleh apa pun, insya Allah kita akan lebih kuat," kata dr. Zuhro pada Lentera, Senin (14/9/2026).
Ia menilai masyarakat masih perlu meningkatkan kesadaran untuk menerapkan berbagai edukasi kesehatan yang selama ini telah diberikan pemerintah. Menurutnya, persoalannya bukan semata kurangnya informasi, tetapi bagaimana masyarakat mau menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Kadang kita itu hanya semacam just to know, tapi tidak mau melakukan apa yang sudah diketahuinya," tuturnya.
Ia menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan sejumlah upaya untuk menjaga kesehatan masyarakat. Salah satunya melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang dilakukan hingga tingkat RT melalui Kader Surabaya Sehat (KSH).
Selain edukasi, ia menilai upaya pemerintah dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, termasuk pangan dan layanan kesehatan, juga menjadi bagian dari perlindungan kesehatan warga.
Ia mencontohkan keberadaan operasi pasar untuk membantu menjaga akses masyarakat terhadap bahan pangan serta cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencakup hampir seluruh warga Surabaya.
"Menurut saya pemerintah kota sudah dalam hal untuk melindungi warganya agar tidak terkena penyakit itu sebenarnya sudah cukup. Nah, tinggal kitanya, warga kotanya," ujarnya.
Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pola makan. Asupan makanan bergizi seimbang, menurutnya, penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.
Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut, menu harian idealnya tidak hanya mengandalkan karbohidrat dan lauk, tetapi juga mencukupi kebutuhan protein, lemak, vitamin, serta mineral dari makanan.
"Vitamin dan mineral itu kan faktor pembentuk imunitas. Apalagi kalau kondisi-kondisi seperti ini, vitamin mineralnya itu harus bagus. Dan yang paling utama itu dari makanan," jelasnya.
Konsumsi buah dan sayur, juga perlu menjadi kebiasaan. Selain menjaga pola makan, masyarakat dianjurkan tetap aktif bergerak dan berolahraga secara rutin.
dr. Zuhro menuturkan olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk aktivitas berat. Jalan kaki maupun senam ringan di rumah selama sekitar 30 menit setiap hari dapat menjadi pilihan untuk menjaga tubuh tetap aktif.
"Pokok ada olahraganya," tuturnya.
Hal lain yang kerap dilupakan adalah mencukupi kebutuhan cairan. Ia mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak mengganti kebutuhan air putih dengan minuman manis atau minuman berwarna secara berlebihan.
Selain pola makan dan aktivitas fisik, kualitas tidur juga dinilai penting. Ia meminta masyarakat menghindari kebiasaan begadang dan memastikan waktu istirahat cukup agar tubuh memiliki kesempatan untuk melakukan pemulihan.
"Jadi tidur itu harus cukup dan berkualitas. Itu sangat penting untuk memulihkan tenaga dan mendukung regenerasi serta produksi sel imun baru," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mengelola stres, menjaga kesehatan mental, serta menghindari kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berjemur secara cukup juga dapat menjadi bagian dari kebiasaan menjaga kesehatan.
"Karena perubahan pola hidup menjadi semakin penting ketika kondisi cuaca berubah dan kasus penyakit seperti influenza mulai meningkat. Jadi, masyrakat jangan menunggu sampai mengalami keluhan kesehatan untuk mulai memperhatikan kondisi tubuh," tutupnya. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)