JAKARTA (Lentera) -Operasi gabungan pencarian rombongan wartawan yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten diperpanjang tiga hari atau hingga Kamis (17/9/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad mengatakan perpanjangan operasi ini merupakan hasil evaluasi pencarian selama sepekan berlangsung.
Oleh karena itu, tim operasi gabungan bakal memaksimalkan sisa hari pencarian untuk menemukan rombongan wartawan bersama tiga kru kapal yang hilang kontak tersebut.
“Kami akan melanjutkan operasi SAR selama tiga hari ke depan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada. Kami berharap upaya ini dapat membuahkan hasil dan delapan korban segera ditemukan,” ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9/2026).
Kemudian, dia menjelaskan per Senin (14/9/2026) atau hari ke-7 tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda dari rombongan wartawan yang hilang kontak saat menuju Gunung Anak Krakatau.
Pada pelaksanaan operasi SAR itu, Tim SAR Gabungan membagi wilayah pencarian menjadi tujuh sektor, terdiri dari enam sektor pencarian laut dengan melibatkan 20 kapal dan satu sektor pencarian udara menggunakan satu unit helikopter.
"Berdasarkan laporan operasi, luas area pencarian di permukaan laut mencapai 4.586 NM², sedangkan sektor udara mencapai 2.063 NM², dengan total area pencarian sekitar 6.649 NM²," imbuhnya, sebagaimana dikutip dari Bisnis.
Adapun, unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain HR 3604, tiga unit KRI, satu unit KAL, satu unit RBB, delapan unit kapal KP Polairud, tiga unit KN SAR dari Banten, Lampung, dan Jakarta, dua unit RIB, serta dua unit KN KPLP, yaitu KN Damaru dan KN Jembio.
Dalam pencarian sektor udara, helikopter HR 3604 melaksanakan penyisiran selama kurang lebih dua jam. Helikopter lepas landas dari Helipad Lapang Carita pada pukul 11.58 WIB dan melakukan pencarian di wilayah Perairan Selat Sunda bagian selatan hingga kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.
"Meskipun seluruh unsur SAR telah melaksanakan penyisiran di sektor masing-masing, hingga akhir operasi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan korban," pungkasnya (*)
Editor: Arifin BH






.jpg)