JEMBER (Lentera) — Puskesmas berusaha keras untuk melaksanakan layanan kesehatan, hingga ke rumah pasien warga miskin atau homecare.
Salah satunya yakni Puskesmas Jelbuk, yang terus mengoptimalkan cakupan program pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga atau Homecare di Kecamatan Jelbuk.
Berdasar data awal gabungan dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, tercatat sebanyak 773 sasaran di wilayah tersebut.
Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida menjelaskan bahwa dari total data awal tersebut, pihaknya telah berhasil menjangkau sekitar 97,9 persen warga penerima manfaat.
"Masih ada sebagian kecil yang belum dikunjungi, yakni sekitar 10 sasaran tambahan dari tokoh masyarakat setempat. Kami menargetkan seluruh rangkaian kunjungan ini rampung 100 persen pada September," ujar Machus, Jumat (18/9).
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Jelbuk melakukan pemilahan data agar pelayanan tepat sasaran. Kelompok lansia yang tidak tinggal sendiri (bukan KK tunggal) tidak lagi diwajibkan menerima Homecare untuk periode Agustus. Dengan penyesuaian tersebut, angka sasaran prioritas pada September ditetapkan menjadi 476 penerima.
"Kelompok sasaran prioritas ini mencakup ibu hamil berisiko tinggi (bumil risti), balita indikasi stunting, penyandang disabilitas, hingga lansia KK tunggal," katanya.
Mengenai kondisi geografis, dia mengungkapkan bahwa dari enam desa di Kecamatan Jelbuk, empat di antaranya berada di kawasan dataran rendah. Namun, dua desa lain, yaitu Desa Sucopangepok dan Desa Panduman, memiliki medan pegunungan yang sangat ekstrem.
"Beberapa titik tidak bisa dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. Para petugas medis harus berjalan kaki untuk sampai ke rumah warga. Namun hal tersebut tidak melunturkan semangat tim nakes demi menjalankan tugas mulia ini," tegasnya.
Melalui program pelayanan ini, pihak puskesmas memastikan bahwa masyarakat yang memiliki keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan tetap mendapatkan penanganan medis yang layak.
Kepala Puskesmas Jelbuk juga mengimbau, kepada warga yang tidak memiliki akses langsung ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya untuk tidak khawatir. Petugas kesehatan akan dijadwalkan datang secara berkala ke rumah-rumah warga setiap bulan sekali untuk memantau dan memastikan kondisi kesehatan mereka.
Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh masyarakat. Salah satunya datang dari Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kyai Abdul Hakim menilai langkah pemkab tersebut sangat bermanfaat bagi warga.
Kyai Abdul Hakim menyampaikan, apresiasinya secara langsung saat mengikuti agenda pemeriksaan kesehatan di lokasinya. Menurut dia, pemeliharaan serta pemantauan kondisi fisik secara rutin merupakan hal yang krusial bagi setiap orang.
"Pemeriksaan kesehatan itu penting untuk dikontrol dan dijaga secara berkala. Kehadiran program dari Gus Bupati ini tentu sangat bermanfaat dan memang menjadi kebutuhan nyata di tengah masyarakat," ujar Kyai Abdul Hakim. (ads)
Reporter: Moko






.jpg)