23 September 2026

Get In Touch

Bupati Gus Fawait Ajak Dialog Solutif Bersama Ratusan Pedagang Pasar Tanjung di Pendopo

Bupati Jember Gus Fawait saat berdialog dengan ratusan Pedagang Pasar Tanjung di Pendopo untuk menertibkan dan menata pedagang.
Bupati Jember Gus Fawait saat berdialog dengan ratusan Pedagang Pasar Tanjung di Pendopo untuk menertibkan dan menata pedagang.

JEMBER (Lentera) - Setelah berdialog dengan menerima aspirasi para petani dalam peringatan Hari Agraria, kali ini Bupati Jember Gus Fawait kembali menerima aspirasi dari ratusan pedagang Pasar Tanjung terkait penataan pedagang. Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk mengawal pembenahan Pasar Tanjung sebagai pusat perekonomian rakyat. 

Elemen pedagang Pasar Tanjung tergabung dalam Masyarakat Peduli Pasar Tanjung diadvokasi DPC GMNI Jember dalam forum dialogis bersama bupati akhirnya menemukan solusi dan beberapa skema yang segera direalisasikan bersama. 

Total di Pasar Tanjung yang merupakan pusat pasar Jember terdapat 587 pedagang yang segera diatur beroperasi secara bergiliran. Masalah soal pedagang grosir sayur dan lainnya yang menggunakan pikap dan menggunakan badan jalan raya akan segera ditertibkan. 

Berikut Rincian Jam Operasional di Empat Ruas Jalan yakni ; sebanyak 587 pedagang di empat ruas jalan akan diakomodasi dalam skema jam operasional secara bergiliran. Pengaturan tersebut membagi aktivitas pedagang ke dalam sejumlah shift, dengan mempertimbangkan jenis kegiatan seperti pickup & bajongan serta lesehan atau pelataran.

Berdasarkan tabel tersebut, Jl. Samahudi menjadi lokasi dengan 148 pedagang. Aktivitas dibagi dalam dua shift, yakni Shift 1 (pickup & bajongan) yang diusulkan beroperasi pukul 22.00–01.00 WIB, kemudian Shift 2 (lesehan/pelataran) pada pukul 01.00–05.00 WIB. 

Sementara itu, Jl. Untung Suropati menampung jumlah pedagang terbesar, yakni 221 pedagang. Pola operasionalnya sama dengan Jl. Samahudi. Shift 1 (pickup & bajongan) diusulkan berlangsung pukul 22.00–01.00 WIB, sedangkan Shift 2 (lesehan/pelataran) berlangsung pukul 01.00–05.00 WIB. 

Di Jl. Wahidin, terdapat 206 pedagang yang dibagi ke dalam dua shift. Shift 1 untuk aktivitas lesehan/pelataran diusulkan berlangsung mulai 16.00–23.00 WIB, sedangkan Shift 2 untuk aktivitas lesehan/pelataran berlangsung pada 23.00–06.00 WIB. 

Adapun Jl. Pitaloka tercatat memiliki 12 pedagang, dengan Shift 1 (lesehan/pelataran) dijadwalkan beroperasi pada 23.00–05.00 WIB. 

Dengan demikian, total 587 pedagang dari empat ruas jalan tersebut akan terakomodasi dalam jadwal operasional bergiliran. Skema ini mencakup waktu operasional mulai sore hingga pagi hari, dengan pembagian shift yang berbeda sesuai karakteristik aktivitas dan lokasi masing-masing pedagang.

Dalam sesi penyampaian aspirasi, perwakilan pedagang menyoroti semrawutnya penataan lapak di area bawah serta dampaknya terhadap kelangsungan usaha pedagang lama. Abdillah salah satu perwakilan pedagang menyampaikan, kesemrawutan pedagang terutama di luar area Pasar Tanjung harus segera ditertibkan oleh Pemkab Jember agar pedagang di dalam pasar transaksi perdaganganya bisa kembali lancar. "Kita ingin pedagang di luar pasar agar segera ditertibkan, jalan raya dan trotoar sekitar pasar kembalikan pada fungsinya," tandas Abdillah, Selasa (22/9/2026). 

Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa penataan dan pengembalian fungsi Pasar Tanjung merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah daerah. "Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember," ujar Bupati Gus Fawait.

​Ia menjelaskan telah meninjau langsung kondisi Pasar Tanjung pasca menerima masukan dari mahasiswa. Sebagai tindak lanjut pada dialog kali ini Pemerintah Kabupaten Jember menawarkan sejumlah langkah strategis yakni uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi, membentuk Satgas Gabungan Penataan Pasar dan pengaturan waktu pedagang berjualan.

Solusi yang ditawarkan Pemkab itu disebut telah disepakati oleh seluruh pihak yang hadir. Kebijakan hasil kesepakatan tersebut rencananya mulai diterapkan pada hari berikutnya, sembari membuka kemungkinan dilakukan perbaikan apabila dalam pelaksanaannya masih ditemukan hal-hal yang perlu disesuaikan.

​Gus Fawait mengapresiasi keaktifan mahasiswa serta masukan konstruktif dari para pedagang. Tak hanya itu, Gus Fawait juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi menjaga iklim pasar tradisional yang tertib, nyaman, dan berdaya saing.

Gus Fawait juga mengatakan, pertemuan ini sekaligus menjadi bentuk tindak lanjut atas janjinya kepada para pedagang sekitar sepekan sebelumnya, untuk mencari solusi berkelanjutan bagi Pasar Tanjung. Ia menegaskan, perhatian pemerintah daerah tidak hanya akan diarahkan pada Pasar Tanjung. Ke depan, pemerintah juga akan melakukan pembenahan dan mendengarkan aspirasi para pedagang di pasar-pasar tradisional lainnya di Jember.

"Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan," pungkas Gus Fawait. (mok/ads)

 

Reporter: PJ Moko
Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.