SURABAYA (Lentera) - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama sekaligus Plt Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Amien Suyitno, menggelar dialog bersama mahasiswa, untuk mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi yang disampaikan, termasuk tuntutan 7+1 pada Kamis (24/9/2026).
Dalam suasana terbuka, Suyitno duduk lesehan bersama mahasiswa. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan harapan mereka terkait berbagai persoalan di lingkungan UINSA.
Suyitno menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi perhatian dan akan ditinjau secara menyeluruh. “Setiap aspirasi satu per satu akan ditinjau. Semua celah kebijakan untuk kebaikan UINSA akan diupayakan dan tetap sesuai regulasi,” ujarnya.
Menurutnya, dialog merupakan bagian penting dalam membangun kembali komunikasi antara pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa. Berbagai aspirasi perlu didengar secara langsung agar dapat dipahami secara utuh dan ditindaklanjuti berdasarkan kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
“Kita ingin mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi mahasiswa. Setelah itu, kita lihat satu per satu mana yang bisa kita tindaklanjuti dan bagaimana mekanismenya sesuai dengan regulasi,” katanya.
Kementerian Agama memandang mahasiswa sebagai bagian penting dari ekosistem akademik UINSA. Karena itu, ruang komunikasi dan dialog akan terus dibuka sebagai bagian dari upaya bersama membangun suasana kampus yang semakin kondusif.
Kehadiran Suyitno di tengah mahasiswa sekaligus menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak berjarak dengan sivitas akademika. Kemenag hadir untuk mendengar, memahami persoalan, dan mengawal langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.
Proses pemulihan UINSA, kata Suyitno, membutuhkan keterlibatan seluruh unsur kampus. Pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh keluarga besar UINSA memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan akademik.
“UINSA adalah milik kita bersama. Karena itu, mari kita bangun kembali dengan komunikasi yang baik, dengan saling mendengar dan tetap mengedepankan aturan yang berlaku,” tuturnya.
Kementerian Agama juga memastikan bahwa keberlangsungan kegiatan akademik dan pelayanan kepada mahasiswa tetap menjadi perhatian dalam proses pemulihan UINSA. (*)
Editor: Lutfiyu Handi







.jpg)


.jpg)






.jpg)