Di Forum Internasional, Petrokimia Gresik Tekankan Pentingnya Talenta dalam Mendorong Transformasi Industri Hijau
GRESIK (Lentera) -Petrokimia Gresik menekankan pentingnya peran talenta dalam mendorong transformasi industri hijau. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob ke forum global di New York, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.
Daconi dalam siaran pers, Senin (28/9/2026) menjelaskan bahwa transformasi hijau tidak hanya berkaitan dengan perubahan teknologi dan sumber energi, tetapi juga perubahan kompetensi tenaga kerja. Setiap talenta di unit kerja manapun di Petrokimia Gresik harus memahami perkembangan industri menuju proses yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.
"Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja, sehingga investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia. Contohnya, engineer atau operator yang sebelumnya fokus pada reliability dan kapasitas produksi, kedepan juga harus memahami energy efficiency, fuel switching, renewable energy, carbon management, dan lainnya," tandas Daconi.
Menurut Daconi, pekerjaan hijau juga tidak selalu berarti hadirnya jabatan baru dengan nama yang berbeda. Pekerjaan yang sudah ada dapat menjadi semakin hijau ketika tugas, teknologi, dan dampaknya diarahkan pada efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, penerapan teknologi bersih, serta pengembangan ekonomi rendah karbon.
“Engineer tetap engineer, agronom tetap agronom, dan akuntan tetap akuntan, tetapi kompetensi dan ukuran keberhasilan pekerjaannya akan berkembang mengikuti tuntutan industri hijau. Karena itu, penguatan talenta perlu dilakukan melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, serta kolaborasi lintas disiplin agar tenaga kerja mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berubah," terangnya.
Dalam konteks Indonesia, Daconi menekankan pentingnya membangun ekosistem pekerjaan hijau yang melibatkan pemerintah, dunia pendidikan, dan industri secara bersama-sama. Industri tidak cukup hanya menjadi pengguna tenaga kerja, tetapi juga perlu berperan dalam membentuk talenta yang sesuai dengan kebutuhan transformasi industri.
Daconi menjelaskan bahwa Petrokimia Gresik sendiri tengah menjalankan transformasi yang menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari pengembangan industri, termasuk melalui agenda dekarbonisasi. Upaya tersebut mencakup peningkatan efisiensi energi dan utilitas, optimasi proses, peralihan menuju sumber energi yang lebih bersih, pemanfaatan CO₂, serta pengembangan teknologi seperti Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).
Transformasi tersebut sekaligus memperluas kebutuhan kompetensi di lingkungan industri. Dengan demikian, agenda dekarbonisasi tidak hanya berbicara tentang penurunan emisi, tetapi juga menciptakan ruang bagi talenta untuk mengambil peran dalam perubahan proses dan teknologi industri.
“Talenta hijau Indonesia perlu disiapkan dari sekarang, karena transformasi industri hijau tidak menunggu kesiapan kita. Kolaborasi antara industri, pemerintah, perguruan tinggi, dan talenta Indonesia di dalam maupun luar negeri akan menjadi salah satu fondasi penting untuk memastikan transformasi hijau menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus membuka peluang bagi generasi mendatang," pungkasnya.
Sementara forum di New York tersebut diselenggarakan UN Global Compact yang dipimpin Sanda Ojiambo, Assistant Secretary-General PBB sekaligus CEO dan Executive Director UN Global Compact. Turut dihadiri Sekretaris Jenderal PBB António Guterres. Agenda forum membahas berbagai tantangan transisi energi global, mulai dari investasi, infrastruktur, kebijakan, hingga kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk mempercepat implementasi energi bersih (*)
Reporter: Asepta|Editor: Arifin BH







.jpg)


.jpg)






.jpg)