29 September 2026

Get In Touch

ASN Meninggal saat Latsarmil Komcad, Pemerintah Harus Evaluasi Total

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Taufiq R. Abdullah.
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Taufiq R. Abdullah.

JAKARTA (Lentera) — Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah, mendesak pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Militer Komponen Cadangan (Latsarmil Komcad). Desakan ini disampaikan menyusul wafatnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara, saat mengikuti pelatihan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya seorang ASN saat menjadi peserta Latsarmil Komcad. Ini merupakan duka bagi keluarga dan kita semua, sehingga pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang," ujar Taufiq di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Taufiq menegaskan bahwa proses investigasi tidak boleh hanya berfokus pada pencarian penyebab kematian peserta semata, melainkan wajib mencakup audit total seluruh tahapan pelatihan. Pemerintah diminta mengevaluasi ketat sistem seleksi medis, rasio kecukupan waktu istirahat, intensitas materi fisik, hingga kesiapan tim penanganan darurat di lapangan. "Pelaksanaan latihan harus mempertimbangkan kondisi cuaca, kemampuan fisik peserta, kecukupan hidrasi, waktu istirahat, serta kesiapan fasilitas kesehatan. Jangan sampai standar latihan justru mengabaikan keselamatan peserta," tegasnya

Legislator PKB tersebut menyatakan bahwa program Komcad memang memiliki nilai strategis dalam membangun sistem pertahanan negara. Namun, pencapaian target kesiapsiagaan tersebut wajib berjalan selaras dengan jaminan perlindungan nyawa serta kesehatan fisik dan mental para peserta. "Peserta harus benar-benar siap secara fisik dan mental. Jangan hanya melihat seseorang memenuhi syarat secara administratif, tetapi kondisinya harus dipastikan mampu mengikuti seluruh tahapan latihan," kata Taufiq.

Ia juga meminta Kementerian Pertahanan dan penyelenggara Latsarmil agar fleksibel menanggapi dinamika cuaca ekstrem di lokasi latihan. Instruktur pelatihan dituntut berani mengambil tindakan penyesuaian, pengurangan beban fisik, hingga penghentian sementara kegiatan demi meminimalisasi risiko fatalitas. "Jangan sampai ada anggapan bahwa semakin berat latihan berarti semakin baik hasilnya. Ukuran keberhasilan pelatihan bukan seberapa berat beban diberikan, melainkan bagaimana peserta mencapai tujuan pelatihan dengan tetap selamat dan sehat," ucapnya.

Politisi Fraksi PKBTaufiq ini menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan terus mengawal proses investigasi dan penataan ulang standar operasional prosedur (SOP) penyelenggaraan Komcad. Perbaikan manajemen risiko dipandang mutlak demi menjaga kepercayaan publik dan keselamatan ASN yang menjalankan tugas bela negara. "Harus ada perbaikan yang nyata pada sistem penyelenggaraan Latsarmil Komcad di masa depan. Perlindungan keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program latihan pertahanan negara," pungkas Taufiq. (*)

Editor: Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.