JAKARTA (Lentera) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Arumi Bachsin berharap Dekranasda Provinsi Jatim terus mengembangkan kualitas kerajinan lokal dari 38 kabupaten/kota di Jatim dan berdaya saingin hingga ke skala Internasional. Diantaranya denga mengikutsertakan dalam pameran berskala nasional maupun internasional.
"Kami terus berkomitmen mengembangkan kualitas serta daya saing perajin di Jatim untuk meningkatkan perekonomian daerah sekaligus meningkatkan peran serta sektor UMKM," kata Arumi dalam keterangan yang diterima, Selasa (29/9/2026).
Sebelumnya, Arumi menghadiri pembukaan Pameran Kriyanusa Kerajinan Nusantara tahun 2026 di JICC Jakarta. Dia menyebut terdapat 7 stand kerajinan dari kabupaten maupun kota yang ikut serta menampilkan berbagai produk dalam kegiatan Kriyanusa, yakni Kota Madiun, Kab. Madiun, Kab. Ngawi, Kab. Pasuruan, Kota Surabaya, Kab. Lamongan dan Kab. Tuban.
Menurutnya, pameran Kriyanusa 2026 bukan sekadar menampilkan kerajinan tangan melainkan turut serta menjaga dan merawat warisan budaya, identitas bangsa dan sumber daya ekonomi kreatif yang mampu membawa kesejahteraan masyarakat.
"Hal itu juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa Pemerintah berkomitmen menjadikan ekonomi kreatif termasuk sektor kerajinan sebagai tulang punggung ekonomi rakyat," ungkapnya.
Lebih lanjut, pameran Kriyanusa tidak sekadar menjadi ajang pameran produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi serta pertukaran praktik bagi seluruh Dekranasda se-Indonesia dalam memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku UMKM kriya.
"Kegiatan semacam ini menjadi ruang yang sangat baik bagi kami, para Ketua Dekranasda dari seluruh Indonesia saling bertukar pikiran, berbagi ide, inovasi, maupun pengalaman dalam membina para perajin dan pelaku UMKM di daerah masing-masing," ungkapnya.
Dia menandaskan bahwa banyak praktik baik yang bisa dipelajari dan tentu menjadi inspirasi untuk terus memperkuat program pembinaan di Jawa Timur agar semakin relevan dengan kebutuhan perajin dan perkembangan pasar.
Nantinya, berbagai pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Dekranasda Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Mulai dari pengembangan desain produk, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perluasan akses pemasaran, hingga penguatan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Kita mendorong perajin kita untuk mampu membawa karya mereka di kancah global. Mari bersama hadiri Kriyanusa 2026 menjaga warisan budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif," jelasnya. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)