06 October 2026

Get In Touch

Satu Orang Tewas dan Puluhan Bangunan Rusak, Akibat Gempa di Sumba Barat Daya

Salah satu rumah yang rusak akibat gempa di SUmba Barat Daya, Minggu (4/10/2026). (foto:ist/Ant/BPBD Sumba Barat Daya)
Salah satu rumah yang rusak akibat gempa di SUmba Barat Daya, Minggu (4/10/2026). (foto:ist/Ant/BPBD Sumba Barat Daya)

KUPANG (Lentera) - Kepolisian Sektor Kodi Utara, Polres Sumba Barat, Polda Nusa Tenggara Timur melaporkan satu orang lansia berusia 73 tahun di Kodi Utara meninggal dunia, akibat gempa dengan magnitudo 6,1 mengguncang wilayah tersebut.

“Satu orang dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Korban adalah seorang lansia yang meninggal karena shock atau kaget saat gempa terjadi,” kata Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernadus Bili Kandi dari Kupang, Minggu (4/9/2026) mengutip Antara, Senin (5/10/2026).

Dia mengatakan, lansia tersebut kaget saat melihat sejumlah keluarganya berhamburan keluar rumah saat gempa berkekuatan 6,1 mengguncang daerah tersebut.

Lansia tersebut sempat berada di luar rumah, namun berselang beberapa menit kemudian jatuh, tak sadarkan diri, dan meninggal dunia.

Korban langsung disemayamkan di rumahnya oleh keluarganya, setelah gempa terjadi di daerah tersebut.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan gempa bumi magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu, pukul 06.55 WITA, menyebabkan sedikitnya 20 rumah dan sejumlah fasilitas umum terdampak.

“Berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, di Kabupaten Sumba Barat Daya tercatat 20 unit rumah terdampak, terdiri dari 19 unit rusak ringan dan satu unit rusak sedang,” kata Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Ia mengatakan, kerusakan rumah tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan, yakni Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Bila Cenge, dan Gereja Katedral Waitabula.

Gempa juga berdampak pada satu fasilitas pendidikan, yakni SDK Manu Toghi serta satu fasilitas umum berupa Balai KB Desa Wallandimu.

Diketahui, Gempa bumi dengan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Minggu, pukul 06.55 WITA..

“Pusat gempa berada di laut, 14 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 10 km pada koordinat 9,70 LS-118,92 BT. Gempa dilaporkan tidak berpotensi tsunami,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan.

Berdasarkan pemantauan sementara dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guncangan dirasakan kuat selama kurang lebih satu menit pada beberapa wilayah, yaitu Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat, hingga Kabupaten Manggarai Barat.

BNPB mengimbau masyarakat setempat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta memastikan informasi bersumber dari instansi resmi.

Jika terjadi gempa susulan, masyarakat diminta untuk menghindari bangunan retak dan tidak berada di tepi pantai untuk sementara.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.