SURABAYA ( LENTERA ) - Pergi ke kampus tidak selalu berarti harus tampil kasual dengan sneakers. Sepatu kini menjadi salah satu elemen penting untuk membentuk karakter penampilan, termasuk ketika ingin menghadirkan gaya feminin, rapi, klasik, hingga sedikit edgy.
Pilihan model yang tepat juga perlu disesuaikan dengan aktivitas. Mahasiswi biasanya harus berpindah kelas, berjalan dari satu gedung ke gedung lain, hingga mengikuti berbagai kegiatan kampus. Karena itu, sepatu yang menarik secara visual tetap perlu terasa nyaman untuk digunakan bergerak.
Sejumlah model sepatu yang dirangkum Beautynesia pada Sabtu, 26 September 2026, menunjukkan bagaimana satu jenis alas kaki dapat memberikan karakter berbeda pada penampilan. Berikut lima gaya yang bisa menjadi inspirasi.
Mary Jane, feminin dan rapi
Model Mary Jane dengan ujung rounded-square memberikan kesan feminin tanpa terlihat terlalu formal. Ciri khasnya adalah strap yang melintang di bagian atas kaki.
Siluet tersebut cocok bagi yang menyukai penampilan manis, clean, dan effortless. Modelnya juga relatif mudah dipadukan dengan berbagai busana, mulai dari rok hingga jeans dan wide-leg pants.
Untuk tampilan kampus yang lebih polished, Mary Jane bisa dipadukan dengan kemeja, rok midi atau celana berpotongan lurus. Sementara untuk gaya yang lebih santai, jeans dan atasan sederhana dapat membuat tampilannya tetap ringan.
Model ballet flat dan Mary Jane sendiri masih mendapatkan tempat dalam tren 2026. Media fashion internasional mencatat kebangkitan kembali siluet flat yang lebih modern, termasuk model dengan bagian atas lebih tinggi atau high-vamp yang menutup lebih banyak bagian kaki.
Loafers, klasik dengan sentuhan edgy
Jika Mary Jane memberi kesan feminin, loafers menghadirkan karakter yang lebih tegas. Salah satu model yang ditampilkan Beautynesia memiliki bentuk seperti loafers klasik dengan detail strap dan buckle di bagian depan.
Yang membuatnya berbeda adalah sol tebal berwarna gelap dengan tekstur bergerigi. Detail tersebut memberikan sentuhan edgy pada penampilan yang sebenarnya tetap terlihat rapi.
Loafers bisa dipadukan dengan celana bahan, rok pendek, rok midi maupun jeans. Untuk gaya preppy, padukan dengan kemeja dan kaus kaki. Sementara untuk tampilan lebih kasual, jeans dan atasan basic dapat membuat kesan edgy-nya tidak terlalu berat.
Tren global 2026 juga menunjukkan semakin kaburnya batas antara sepatu formal dan kasual. Loafers, derby, dan oxford disebut semakin banyak digunakan sebagai bagian dari gaya sehari-hari karena menawarkan siluet yang rapi tanpa harus selalu menggunakan heels.
Sneakerina, feminin dan sporty
Bagi yang sulit memilih antara ballet flats dan sneakers, model sneakerina menawarkan jalan tengah.
Sepatu ini menggabungkan bentuk feminin ala ballet flats dengan karakter kasual sneakers. Salah satu model dalam rekomendasi Beautynesia bahkan menggunakan material velvet dan detail tali di bagian atas sehingga tampilannya terasa lebih lembut dan elegan.
Sneakerina cocok untuk gaya yang ingin terlihat feminin tetapi tidak terlalu formal.
Model ini dapat dipadukan dengan rok, dress kasual, jeans maupun celana longgar.
Tren tersebut bukan sekadar fenomena sesaat. Harper's Bazaar mencatat ballet sneaker telah berkembang sejak kemunculannya di runway pada 2021 dan pada 2026 justru bergerak ke arah desain yang lebih ramping. Detail seperti material satin, warna lembut, serta tali yang lebih elegan menjadi bagian dari perkembangan model tersebut.
Di Indonesia, tren sneakerina juga masih mendapat perhatian sepanjang 2026. Model tersebut sebagai perpaduan antara kenyamanan sneakers dan tampilan cantik ballet flats.
Sneakers, kasual untuk mobilitas tinggi
Untuk aktivitas kampus yang padat, sneakers tetap menjadi pilihan yang sulit ditinggalkan. Model sneakers dengan siluet ringan dan sol empuk dapat memberikan kesan santai sekaligus mendukung aktivitas dengan banyak berjalan.
Salah satu model dalam daftar Beautynesia memiliki upper yang breathable, bobot ringan, bantalan empuk dan sol antiselip. Secara visual, bentuknya tetap sederhana sehingga mudah dipadukan dengan outfit sehari-hari.
Sneakers seperti ini cocok untuk gaya athleisure maupun casual. Padukan dengan wide-leg pants dan kaus untuk tampilan santai, atau gunakan bersama rok dan kemeja oversized untuk memberikan kontras feminin-sporty.
Tren sneakers 2026 sendiri bergerak ke arah siluet yang lebih ramping dan mudah digunakan sehari-hari. Harper's Bazaar menyebut low-profile runner masih menjadi salah satu bentuk yang menonjol pada musim gugur 2026, sementara material seperti suede, kulit dan satin memberikan tampilan yang lebih elevated.
Low-top retro, klasik dan effortless
Model low-top dengan karakter retro cocok bagi yang menyukai gaya sederhana tetapi tetap memiliki identitas.
Siluetnya yang tidak terlalu tinggi membuat sepatu jenis ini mudah dipadukan dengan berbagai pakaian. Jeans, celana cargo, wide-leg pants, rok hingga dress kasual dapat menjadi pasangan yang serasi.
Kesan retro juga membuat tampilan kampus terasa lebih santai tanpa terlihat terlalu sporty. Model ini bisa menjadi pilihan ketika ingin tampil effortless, tetapi tetap memperhatikan detail.
Tren low-profile retro sneakers juga menjadi salah satu perkembangan penting dalam mode sepatu 2026. Di Indonesia, gaya sneakers retro disebut kembali mendapat perhatian sebagai alternatif dari model chunky yang sebelumnya mendominasi. (far,ist/dya)




.jpg)