07 October 2026

Get In Touch

Polisi Menduga Ledakan San Antonio Surabaya akibat Tekanan Gas

Kondisi bangunan di Kawasan San Antonio usai mengalami ledakan.
Kondisi bangunan di Kawasan San Antonio usai mengalami ledakan.

SURABAYA (Lentera)– Polisi menyebut ledakan yang terjadi di salah satu rumah makan di kawasan Perumahan San Antonio, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, pada Selasa (6/10/2026) pagi, diduga merupakan fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion) akibat akumulasi gas dalam ruangan.

Dugaan tersebut muncul setelah tim penjinak bom (Jibom) melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi memastikan tidak menemukan unsur bahan peledak maupun indikasi ledakan yang berasal dari bom.

"Sampai sekarang dari hasil penyelidikan untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan. Tapi lebih ke arah ini ledakan sifatnya BLEVE," ujar petugas Jibom di lokasi.

Menurutnya, BLEVE dapat terjadi ketika gas bertekanan terakumulasi dalam suatu ruangan. Ketika kondisi pemicunya terpenuhi, tekanan tersebut dapat menyebabkan ledakan dan menimbulkan kerusakan di sekitarnya.

Di lokasi kejadian, polisi menemukan tiga tabung LPG dengan kapasitas masing-masing 50 kilogram. Namun, polisi memastikan tabung-tabung tersebut tidak meledak.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan mengatakan, dugaan sementara mengarah pada kebocoran gas yang berasal dari pipa. Kendati demikian, sumber kebocoran masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk tabungnya tidak meledak, tapi diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya, sementara masih kita dalami," kata Luthfie.

Polisi juga memastikan ketiga tabung LPG tersebut saat ini sudah dalam kondisi kosong. Gas yang berada di dalam tabung telah keluar sehingga petugas memastikan kondisi di lokasi untuk sementara aman.

Terkait dugaan hanya satu tabung yang mengalami kebocoran, Luthfie mengatakan hal tersebut masih harus dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut. "Masih kita dalami lagi," ujarnya.

Luthfie menjelaskan, kuatnya tekanan ledakan terlihat dari pola kerusakan pada ruangan sumber ledakan. Tekanan tampak mengarah ke sejumlah sisi bangunan, termasuk tembok dan bagian depan yang menggunakan kaca.

"Kaca hancur, kemudian temboknya kelihatan lubang, mendesak ke arah luar," jelasnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, suara ledakan terdengar cukup keras. Namun, polisi belum memastikan sejauh mana radius suara maupun dampak getaran yang ditimbulkan dan masih melakukan pendalaman.

Sementara itu, dampak ledakan tercatat mengenai sedikitnya 41 bangunan di sekitar lokasi. Bangunan yang terdampak terdiri atas ruko yang berada di sekitar lokasi serta rumah warga di bagian belakang.

Luthfie menyebut terdapat 15 rumah di bagian belakang yang mengalami dampak, sementara bangunan lainnya merupakan ruko yang disewakan di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, kepolisian masih melanjutkan olah TKP dan pemeriksaan untuk memastikan sumber kebocoran serta rangkaian kejadian yang menyebabkan ledakan.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.