SURABAYA (Lentera) - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) akan memberikan layanan servis gratis pada 8.100 sepeda motor masyarakat. Layanan dengan melibatkan 350 SMK negeri dan swasta di Jatim yang memiliki kompetensi keahlian otomotif ini dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan SMK Dindik Jatim, Agus Hariyono, mengatakan konsep program telah dimatangkan dan kini memasuki tahap finalisasi. "Kami tidak ingin program ini nanti ketika dilaksanakan di masyarakat memiliki risiko yang tinggi terhadap kegagalan servis," kata Agus di Kantor Kominfo Jatim, Selasa (6/10/2026).
Untuk menjaga kualitas layanan, Dindik mendorong SMK yang telah bekerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melibatkan teknisi atau tenaga ahli sebagai pendamping. Sejumlah sekolah telah menjalin kerja sama dengan industri otomotif seperti Yamaha, Honda, dan Suzuki.
Kehadiran teknisi tersebut sekaligus menjadi bagian dari quality control (QC) agar proses servis yang dilakukan siswa tetap berada dalam pengawasan tenaga profesional.
"Tujuannya agar masyarakat punya kepercayaan yang tinggi terhadap program servis gratis ini," ujarnya.
Angka 8.100 motor merupakan target minimal. Jumlah tersebut masih dapat bertambah setelah Dindik Jatim menyelesaikan pemetaan kuota masing-masing sekolah melalui 24 Cabang Dinas Pendidikan.
Hasil pemetaan sementara menunjukkan ada sekolah yang diperkirakan mampu melayani lebih banyak kendaraan dibandingkan kuota awal. "Angka 8.100 itu adalah angka minimal. Tetapi boleh lebih daripada itu," tegas Agus.
Layanan yang diberikan berupa servis ringan atau tune-up. Jika teknisi menemukan komponen yang perlu diganti, seperti busi, biaya penggantian tidak termasuk dalam program.
Pemilik kendaraan akan mendapat rekomendasi dari teknisi. Penggantian hanya dilakukan setelah pemilik menyetujui dan komponen tersedia di lokasi.
Dindik juga tengah menjajaki dukungan industri berupa subsidi oli. Sejumlah pihak disebut telah menyatakan kesediaannya memberikan oli secara gratis, meski skemanya masih dalam pembahasan.
"Ini sifatnya masih pembicaraan. Tetapi sudah ada beberapa tempat yang mengonfirmasi bersedia memberikan bantuan berupa oli gratis," jelas Agus.
Mekanisme pendaftaran akan diserahkan kepada masing-masing sekolah karena kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap daerah berbeda.
Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, sekolah diminta memprioritaskan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama berdasarkan kondisi ekonomi.
Program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda peringatan Hari Jadi Jawa Timur, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa SMK untuk menerapkan kompetensi otomotif sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapat pengalaman menangani kendaraan secara langsung, sementara masyarakat memperoleh layanan perawatan kendaraan tanpa biaya jasa. Kolaborasi dengan industri juga diharapkan memperkuat kualitas sekaligus kepercayaan terhadap pendidikan vokasi. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)