SURABAYA (Lentera) - Telkom University kembali meraih posisi pertama sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026 yang dirilis pada platform resmi pengelola Webometrics yaitu figshare.com.
Pada pemeringkatan tersebut, Telkom University Kembali meningkatkan kualitasnya dengan menempati peringkat ke-10 nasional.
Capaian tersebut menempatkan Telkom University di atas sejumlah perguruan tinggi swasta lainnya yang masuk dalam daftar pemeringkatan Webometrics Juli 2026.
Dengan posisi tersebut, Telkom University menunjukkan keberadaannya tidak hanya sebagai perguruan tinggi swasta yang berkembang di Indonesia, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki visibilitas digital serta kontribusi akademik dan riset yang diperhitungkan dalam pemeringkatan berbasis web dan publikasi ilmiah.
Daftar 10 PTS Terbaik Indonesia Versi Webometrics Juli 2026
Telkom University PTS Nomor 1 di antara PTS lain di Indonesia yang masuk dalam daftar 10 PTS Indonesia dalam ranking Webometrics Juli 2026, dengan menempati peringkat ke-1.053 dunia.
Posisi berikutnya disusul oleh Universitas Bina Nusantara dengan peringkat dunia 1.392, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di peringkat 2.002, serta Universitas Islam Indonesia di peringkat 2.077.
Berikut beberapa 10 PTS yang berada di posisi teratas berdasarkan data terbaru Webometrics edisi Juli 2026 yang dipublikasikan pada 10 Agustus 2026:
- Telkom University — peringkat dunia 1.053, nasional 10
- Universitas Bina Nusantara — peringkat dunia 1.392, nasional 14
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta — peringkat dunia 2.002, nasional 25
- Universitas Islam Indonesia — peringkat dunia 2.077, nasional 28
- Universitas Muhammadiyah Malang — peringkat dunia 2.079, nasional 29
- Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta — peringkat dunia 2.226, nasional 34
- Universitas Muhammadiyah Surakarta — peringkat dunia 2.402, nasional 37
- Universitas Medan Area — peringkat dunia 2.979, nasional 52
- Universitas Islam Sultan Agung Semarang — peringkat dunia 3.069, nasional 56
- Universitas Muhammadiyah Surabaya — peringkat dunia 3.173, nasional 58
Apa yang Dinilai dalam Webometrics?
Perlu diketahui, Webometrics merupakan sistem pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang mengukur aktivitas akademik, visibilitas institusi di tingkat global, serta dampak publikasi ilmiah melalui kehadiran perguruan tinggi di lingkungan digital.
Webometrics didirikan dan dikelola oleh Isidro F. Aguillo bersama tim Cybermetrics Lab, sebuah grup riset di bawah naungan Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), Spanyol.
Webometrics menggunakan tiga indikator utama dalam pemeringkatannya yaitu:
- Visibility menjadi indikator dengan bobot terbesar, yaitu 50 persen, yang menggunakan data Majestic untuk melihat jumlah tautan eksternal dari berbagai jaringan yang mengarah ke domain utama perguruan tinggi.
- Openness memiliki bobot 40 persen berdasarkan data Scimago dan mengukur publikasi ilmiah yang termasuk dalam 10 persen teratas berdasarkan sitasi pada 27 bidang ilmu.
- Excellence memiliki bobot 10 persen dan menggunakan data OpenAlex untuk melihat sitasi dari institusi yang telah memiliki pengenal Research Organization Registry (RoR).
Dengan metode tersebut, pemeringkatan Webometrics tidak hanya melihat keberadaan sebuah kampus di internet, namun aspek publikasi ilmiah dan dampak penelitian juga menjadi bagian dari penilaian.
Telkom University dan Perkembangan Pendidikan Berbasis Teknologi
Capaian Telkom University dalam Webometrics menjadi salah satu gambaran mengenai posisi perguruan tinggi tersebut dalam ekosistem digital dan akademik.
Di tengah perkembangan artificial intelligence, transformasi digital, dan kebutuhan industri terhadap talenta teknologi, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Telkom University sendiri dikenal dengan ekosistem pendidikan yang berkaitan erat dengan teknologi, telekomunikasi, digitalisasi, riset, dan inovasi.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan teknologi dan dunia digital, capaian ini bisa jadi salah satu alasan untuk mengenal Telkom University lebih dekat, mulai dari suasana belajar, perkembangan teknologi, sampai berbagai peluang untuk mengasah skill yang nantinya dibutuhkan di dunia kerja.
Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, pilihan perguruan tinggi bukan hanya mengenai tempat untuk memperoleh gelar, tetapi juga tentang lingkungan belajar yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan masa depan.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik dengan dunia teknologi, inovasi, dan industri digital, Telkom University dapat menjadi salah satu kampus yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut.(ADV)





.jpg)