10 October 2026

Get In Touch

Sesak APBN Kita (Koran Jumat, 9 Oktober 2026)

APBN Indonesia mulai terasa makin sesak. Defisit telah mencapai Rp319 triliun hingga akhir September 2026 atau 1,24 persen PDB, sementara proyeksi akhir tahun 2,85 persen membuat ruang fiskal kian tipis menuju batas 3 persen. Pemerintah pun mulai menginjak rem dengan memangkas anggaran perjalanan dinas 30 persen dan membekukan belanja non-esensial. Di tengah ruang fiskal yang menyempit, pemerintah tetap dituntut mempercepat belanja pada November-Desember untuk menjaga pertumbuhan dan perlindungan masyarakat.Tekanan itu hadir bersamaan dengan tanda-tanda kehati-hatian rumah tangga. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September turun tipis menjadi 118,1 dari 118,5 pada Agustus, meski masih berada di zona optimistis. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini melemah dari 109,4 menjadi 107,5, sementara ekspektasi justru menguat dari 127,6 menjadi 128,7. Porsi pendapatan untuk konsumsi naik menjadi 74,9 persen, sedangkan tabungan turun menjadi 15,4 persen.Di titik ini, fenomena downgrading yaitu memilih barang, layanan, atau gaya konsumsi yang lebih murah, patut menjadi sinyal. Bukan dibaca semata-mata perubahan selera atau pilihan gaya hidup, tapi sebagai respons dan tanda bila rumah tangga menghadapi ketidakpastian ekonomi. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/09102026.pdf

Share:
img
Author

Fitriyanti

Lentera Today.
Lentera Today.