SURABAYA (Lentera)– Sebanyak 78 muda-mudi muslim dari berbagai daerah mengikuti program Ta’arufMU angkatan ketiga tahun 2026 yang digelar Biro Ta’arufMU Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur.
Selain memfasilitasi perkenalan calon pasangan, program ini membekali peserta dengan pemahaman tentang kesiapan mental, finansial, dan tanggung jawab dalam membangun rumah tangga.
Mengusung tema Dari Talking Stage ke Akad Stage: Ikhtiar Menuju Keluarga Sakinah, kegiatan ini berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama digelar secara daring pada Minggu (4/10/2026), dilanjutkan pertemuan tatap muka di Aula Mas Mansur, Gedung Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya, Sabtu (10/10/2026) lalu.
Pada tahap daring, peserta mendapatkan materi “Menjemput Jodoh” dari Sekretaris Majelis Tabligh PWA Jatim, Umi Thohiroh. Sementara Koordinator Biro Ta’arufMU, Dwi Purwati, menjelaskan tata cara dan tahapan proses ta’aruf.
Sekretaris PWA Jawa Timur, Nur Mukarromah, mengatakan pentingnya mempertimbangkan kualitas pribadi dan tanggung jawab calon pasangan, bukan hanya penampilan atau kondisi ekonomi.
“Jangan menilai seseorang hanya dari penampilan, pekerjaan, gelar, atau ekonomi. Yang lebih utama adalah kesungguhan beragama, akhlak, kematangan sosial, tanggung jawab, dan visi kehidupan,” ucapnya, dikutip Senin (12/10/2026).
Hal serupa juha disampaikan Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA Jatim, Istikomah. Ia mengingatkan peserta agar menjadikan pernikahan sebagai bagian dari ibadah, bukan sekadar upaya menemukan pasangan hidup.
“Carilah orang yang bisa menerima diri kita apa adanya, tumbuh bersama, dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWA Jawa Timur, Dra. Rukmini Amar, menyampaikan bahwa program ini telah lama dinantikan masyarakat. Ia berharap ke depan Biro Ta’arufMU juga dapat menghadirkan program bagi orang tua yang ingin membantu mencarikan pasangan untuk anak mereka.
“Sudah banyak yang bertanya dan menunggu, alhamdulillah akhirnya terlaksana,” katanya.
Dalam pertemuan tatap muka, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai kesiapan diri, ilmu, mental, dan finansial sebelum menikah. Materi tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jatim, Ustaz Munahar.
Ia mengajak peserta untuk memperhatikan akhlak dan komitmen beragama calon pasangan sebagai bagian dari pertimbangan dalam mengambil keputusan.
“Jika seseorang memiliki akhlak baik dan salatnya terjaga, pertimbangkanlah dengan serius. Jodoh itu unik, jika memang berjodoh, pasti dipertemukan,” tuturnya.
Pembekalan lainnya disampaikan Ketua BIKKSA Jatim, Sri Lestari, melalui materi “Aku, Kamu, dan Orang Tua Kita”. Materi ini mengangkat pentingnya memahami hubungan pasangan dengan keluarga masing-masing sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Melalui program ini, Biro Ta’arufMU ‘Aisyiyah Jawa Timur berupaya memberikan ruang perkenalan yang terarah sekaligus mendorong peserta mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum membangun keluarga sakinah. (*)
Reporter: Amanah
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)