PRESIDEN Prabowo Subianto kembali merombak jajaran pemerintahannya dengan melantik sembilan pejabat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Dari sembilan nama tersebut, enam memiliki latar belakang Tentara Nasional Indonesia (TNI) dimana 5 diantaranya menduduki jabatan sipil. Lima nama tersebut adalah Marsekal TNI Yusuf Jauhari dan Jenderal TNI Richard Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Kristomei Sianturi sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Mayjen TNI Sriyanto sebagai wakil kepala Badan Pengendalian dan Pengelolaan Gambut Nasional (BPGMN). Sementara itu, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak juga mendapat penugasan sebagai kepala badan yang menangani perbatasan dan daerah terpencil, di samping jabatan Wakil Panglima TNI.Adapun Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dilantik sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Karena penugasannya merupakan rotasi di lingkungan TNI, Tandyo tidak masuk dalam hitungan lima pejabat yang memperoleh posisi di kementerian atau lembaga pemerintah di luar struktur internal militer. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa reshuffle kali ini tidak hanya menyangkut pergantian pejabat, tetapi juga penempatan sejumlah perwira dalam urusan pemerintahan di luar tugas pokok militer. Sejak awal pemerintahannya, Kabinet Merah Putih memang diisi sejumlah menteri dan wakil menteri berlatar belakang TNI maupun Polri. Sedikitnya 11 nama berlatar TNI/Polri masuk dalam kompilasinya. Sebagai perbandingan, pada era Presiden SBY, ada 5 tokoh purnawirawan TNI/Polri dari 36 anggota kabinet. Selanjutnya, era Presiden Jokowi, sedikitnya 10 nama purnawirawan TNI tercatat dalam kajian atas dua periode pemerintahannya. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lenteratoday.com/upload/Epaper/16102026.pdf





.jpg)