SURABAYA (Lentera) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di perairan Jawa Timur (Jatim), berlaku mulai 17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 20 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Mengutip suarasurabaya.net, Minggu (18/10/2026), angin di perairan Jatim secara umum bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8-24 knot, sementara cuaca diprakirakan cerah berawan.
Gelombang tertinggi, yakni 2,5 hingga 4 meter, berpeluang terjadi di lima wilayah perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang, dan Banyuwangi.
Kondisi ini berisiko bagi perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal ferry. Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter.
Kapal tongkang berisiko jika angin mencapai 16 knot dan gelombang 1,5 meter. Kapal ferry berisiko jika angin mencapai 21 knot dan gelombang 2,5 meter.
Sementara gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Bawean bagian utara, utara Bangkalan, utara Sampang, Kepulauan Sapudi bagian utara dan selatan, Kepulauan Kangean bagian timur dan selatan, Situbondo bagian timur, Blitar, Lumajang, dan Jember.
Pada kategori ini, perahu nelayan dan kapal tongkang berisiko dengan batas angin dan gelombang yang sama seperti di atas.
BMKG mengimbau, nelayan dan pengguna jasa pelayaran memantau pembaruan informasi cuaca maritim dari kanal resmi sebelum melaut. Pelayaran sebaiknya ditunda jika kondisi angin dan gelombang melampaui batas aman jenis kapal masing-masing.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)