21 October 2026

Get In Touch

Baru Pertama Kali Cat Rambut? Catat Tipsnya

Baru Pertama Kali Cat Rambut? Catat Tipsnya

SURABAYA ( LENTERA ) - Mewarnai rambut bisa menjadi cara sederhana untuk mengubah penampilan. Namun, sebelum memilih warna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari reaksi alergi dan kerusakan rambut.

Mewarnai rambut untuk pertama kalinya bisa menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus membuat ragu. Pilihan warna yang beragam memberi kesempatan untuk bereksperimen dengan penampilan, mulai dari warna natural hingga nuansa yang lebih berani. Namun, tanpa persiapan yang tepat, hasil pewarnaan bisa berbeda dari harapan, sementara rambut berisiko menjadi kering atau rapuh.

Salah satu catatan penting adalah melakukan uji tempel untuk memeriksa kemungkinan reaksi alergi. Selain itu, pemilihan warna dan kondisi awal rambut juga perlu menjadi pertimbangan sebelum memulai proses pewarnaan.

Ada beberapa rekomendasi keselamatan dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, National Health Service (NHS) Inggris, dan American Academy of Dermatology (AAD) terkait pengecatan rambrambu

 Uji Tempel Hindari Alergi

Jangan langsung mengaplikasikan cat ke seluruh rambut. FDA menyarankan melakukan uji tempel sebelum setiap kali menggunakan pewarna rambut, termasuk produk yang pernah dipakai sebelumnya. Ikuti petunjuk pada kemasan dan tunggu selama 48 jam jika demikian yang ditentukan produk. Apabila muncul ruam, kemerahan, gatal, atau pembengkakan, jangan gunakan pewarna tersebut.

Reaksi alergi dapat disebabkan oleh kandungan tertentu dalam pewarna rambut, salah satunya paraphenylenediamine (PPD), yang banyak ditemukan pada pewarna permanen. Gejala juga bisa muncul hingga 72 jam setelah paparan. Karena itu, hasil uji tempel yang tidak menunjukkan reaksi langsung tetap perlu dipantau sesuai petunjuk produk.

Sesuaikan dengan Warna Rambut Asli

Bagi pemula, perubahan warna yang tidak terlalu jauh dari warna rambut asli dapat menjadi pilihan praktis. American Academy of Dermatology menyarankan memilih warna dalam rentang tiga tingkat lebih terang atau lebih gelap dari warna alami rambut. Proses mencerahkan rambut lebih dari tiga tingkat umumnya membutuhkan konsentrasi peroksida lebih tinggi sehingga risiko kerusakan rambut juga meningkat.

American Academy of Dermatology
Pertimbangkan pula hasil akhir yang diinginkan, kondisi rambut, dan seberapa sering warna perlu dirawat. Jika ingin mengubah warna rambut secara drastis, terutama dengan proses pemutihan (bleaching), konsultasi dengan penata rambut profesional dapat membantu menentukan tahapan yang sesuai.

Periksa Kulit Kepala

Sebelum mengecat rambut, perhatikan apakah rambut terasa sangat kering, mudah patah, atau sudah mengalami kerusakan akibat proses kimia sebelumnya. Kulit kepala yang sedang mengalami iritasi, terbakar matahari, atau terluka juga bukan kondisi ideal untuk pewarnaan. FDA menyarankan tidak menggunakan pewarna pada kulit kepala yang mengalami iritasi atau kerusakan.

Jika rambut sebelumnya menjalani proses bleaching, pelurusan kimia, atau pengeritingan, perhatikan jarak waktu yang disarankan pada petunjuk produk. FDA menyebutkan untuk menunggu setidaknya 14 hari setelah proses tersebut sebelum menggunakan pewarna rambut. Jika rambut rapuh atau kerusakannya cukup berat, pertimbangkan menunda pewarnaan dan meminta saran profesional.

Jangan Mencampur Produk Sembarangan

Setiap produk memiliki cara pemakaian dan waktu pendiaman yang berbeda. Gunakan sarung tangan, ikuti takaran pada kemasan, dan jangan membiarkan pewarna menempel lebih lama dari waktu yang dianjurkan. Jangan pula mencampur berbagai produk pewarna tanpa petunjuk yang secara khusus mengizinkannya. Setelah proses selesai, bilas kulit kepala secara menyeluruh.

Lakukan juga uji pada sehelai rambut sesuai instruksi produk untuk melihat perkiraan warna akhir sebelum mengaplikasikannya secara menyeluruh. NHS Inggris menganjurkan pengujian pada sehelai rambut setidaknya 48 jam sebelum pewarnaan. Langkah ini membantu memperkirakan hasil warna, tetapi tidak menggantikan uji alergi pada kulit.

Rawat Setelah Pewarnaan

Perawatan tidak berhenti setelah warna rambut sesuai keinginan. Rambut yang diwarnai, terutama yang melalui proses pemutihan, dapat menjadi lebih kering, kasar, dan rapuh. Gunakan sampo dan kondisioner yang sesuai, kurangi penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi, serta lindungi rambut dari paparan sinar matahari berlebihan. AAD mengingatkan bahwa sinar matahari dapat membuat rambut yang diwarnai semakin kering, rapuh, dan mudah kehilangan warna.

Jika selama atau setelah pewarnaan muncul sensasi terbakar, gatal berat, atau pembengkakan, hentikan penggunaan dan bilas produk sesuai petunjuk keselamatan. Apabila timbul kesulitan bernapas atau pembengkakan pada bibir, lidah, maupun tenggorokan, segera cari pertolongan medis darurat karena kondisi tersebut dapat menandakan reaksi alergi serius.(far,ist/dya)
--
AGAR WARNA TAHAN LAMA, RAMBUT TETAP SEHAT

Gunakan Sampo Khusus Rambut Diwarnai
Pilih sampo lembut yang membantu menjaga warna dan kelembapan rambut.

Pakai Kondisioner Setiap Keramas
Bantu menjaga rambut tetap lembut, tidak kering, dan mudah diatur.

Batasi Penggunaan Air Panas
Gunakan air suam-suam kuku agar rambut tidak semakin kering.

Kurangi Alat Penata Rambut Bersuhu Tinggi
Batasi penggunaan catokan dan pengering rambut. Gunakan pelindung panas jika diperlukan.

Lindungi Rambut dari Sinar Matahari
Gunakan topi atau pelindung rambut saat beraktivitas lama di luar ruangan.

Gunakan Masker Rambut Secara Berkala
Bantu menjaga kelembapan dan mengurangi rambut terasa kasar atau rapuh.
 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.