BOGOR (Lentera) — Dugaan keracunan makanan massal dialami puluhan siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, usai mengonsumsi susu UHT kemasan pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/10/2026).
Puluhan siswa berseragam pramuka terpaksa dilarikan ke rumah sakit, untuk mendapat penanganan darurat dan perawatan medis.
Camat Cisarua, Heri Risnandar membenarkan adanya insiden dugaan keracunan massal yang menimpa para siswa di wilayahnya tersebut.
"Sementara sedang ditangani Nakes, masih didalami," ujar Heri Risnandar mengutip Tribunnewsbogor, Rabu (21/10/2026).
Heri menyampaikan, bahwa para korban berangsur-angsur dievakuasi ke RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua guna penanganan medis darurat.
"Masih proses penanganan, sementara siswa di bawa ke RSPG," katanya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah siswa yang dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat mengalami gejala mual, pusing, dan muntah-muntah kini melonjak drastis hingga mencapai 92 orang.
Kapolsek Cisarua, Kompol Budi Suratman mengonfirmasi lonjakan jumlah korban yang harus mendapatkan perawatan darurat di rumah sakit, akibat dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
“Iya (diduga keracunan), sementara yang di rumah sakit ada 92 orang,” ujar Kompol Budi Suratman, saat dikonfirmasi Rabu (21/10/2026).
Kendati demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan total akhir korban terdampak. Pasalnya, proses evakuasi baik dari lingkungan sekolah maupun pendataan terhadap siswa yang sempat pulang ke rumah masih terus berlangsung.
“Masih dalam proses evakuasi dari sekolah maupun yang sudah pulang ke rumah. Jadi belum pasti dengan jumlah segitu,” ucapnya.
Kompol Budi menambahkan, fokus utama aparat kepolisian saat ini adalah membantu kelancaran proses evakuasi para pelajar ke rumah sakit.
Terkait penyebab pasti insiden keracunan tersebut, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada tim medis.
“Saya cuma pengamanan, evakuasi siswa-siswi masuk rumah sakit. Kalau masalah sebab akibat, bagaimana ke dokter,” terangnya.
Berdasarkan laporan klarifikasi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Cisarua Leuwimalang 01, pengiriman dan distribusi menu MBG tiba di lokasi sekolah pada pukul 08.03 WIB untuk seluruh ruang kelas.
Sekitar pukul 08.30 WIB, pihak sekolah langsung menghubungi Kepala SPPG usai mendapati sejumlah siswa mendadak mual dan muntah.
Kepala SPPG Bogor Cisarua Leuwimalang 01, Fima Aditya Nugraha tiba di sekolah pada pukul 08.40 WIB untuk mengecek kondisi lapangan.
Saat dimintai keterangan mengenai makanan yang dikonsumsi sebelum jatuh sakit, siswa mengaku mengalami mual dan muntah tak lama setelah meminum susu UHT kemasan yang dibagikan.
Namun, jumlah siswa yang mengeluhkan sakit terus melonjak drastis. Memasuki pukul 10.00 WIB, korban bertambah menjadi puluhan orang dengan gejala utama muntah-muntah serta diare, hingga akhirnya total mencapai 56 siswa.
Saat ini, pihak SPPG bersama dinas terkait, tengah meneliti dugaan adanya kemasan rusak pada produk susu UHT yang dibagikan, serta mengirimkan sampel ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Editor: Arief Sukaputra




.jpg)