SURABAYA ( LENTERA ) - Aplikasi palsu yang menyamar sebagai WhatsApp ditemukan di Google Play Store dan telah diunduh lebih dari 500.000 kali. Aplikasi tersebut memiliki tampilan yang menyerupai layanan pesan instan milik Meta, sehingga berpotensi mengecoh pengguna Android yang tidak teliti saat mengunduh aplikasi.
Temuan ini bermula dari laporan seorang pengguna Reddit yang melihat aplikasi WhatsApp palsu muncul di bagian iklan bersponsor, tepat di atas aplikasi resminya. Berdasarkan laporan, aplikasi tersebut diterbitkan oleh pengembang bernama Agment Assets Sallu. Aplikasi itu menjadi satu-satunya produk yang tercatat atas nama pengembang tersebut.
Informasi di Google Play Store menunjukkan aplikasi itu pertama kali dirilis pada September 2026. Dalam waktu relatif singkat, jumlah unduhannya menembus setengah juta. Saat laporan tersebut diterbitkan, aplikasi itu dilaporkan masih tersedia di Play Store.
Halaman aplikasi palsu tersebut dibuat menyerupai versi asli, mulai dari ikon, tangkapan layar, hingga teks deskripsi. Kemiripan ini membuat pengguna perlu memeriksa identitas pengembang dan informasi lain sebelum menekan tombol instalasi.
Sebagai pembanding, WhatsApp resmi memiliki lebih dari 10 miliar unduhan dan lebih dari 246 juta ulasan di Google Play Store. Aplikasi resmi tersebut juga memiliki lencana Editor's Choice. Jumlah unduhan dan ulasan memang bukan satu-satunya penentu keamanan, tetapi dapat menjadi petunjuk awal untuk membedakan aplikasi resmi dari tiruannya.
Meski demikian, kemunculan aplikasi palsu sebagai iklan bersponsor tidak dialami semua pengguna. Dalam penelusuran detikINET melalui aplikasi Play Store di ponsel maupun situs webnya, hasil teratas pencarian WhatsApp justru mengarah ke aplikasi resmi. Aplikasi yang mencurigakan itu tidak muncul dalam hasil pencarian tersebut.
Dikutip dari Android Authority, aplikasi palsu itu diduga memanfaatkan program Early Access di Google Play Store. Program ini memungkinkan pengguna mencoba aplikasi sebelum dirilis secara luas. Dalam kondisi tertentu, ulasan publik pada aplikasi yang mengikuti program tersebut dapat dinonaktifkan, sehingga pengguna memiliki lebih sedikit informasi untuk menilai kredibilitasnya.
Hingga laporan dipublikasikan, belum tersedia analisis yang memastikan ancaman keamanan maupun dampak terhadap pengguna yang telanjur memasang aplikasi tersebut. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah aplikasi tersebut mengandung malware, mencuri data, atau menjalankan aktivitas berbahaya lainnya.
Kasus ini kembali menyoroti tantangan pengawasan aplikasi di toko digital.
Google Play Store memiliki proses peninjauan untuk menyaring aplikasi sebelum tersedia bagi pengguna. Namun, temuan aplikasi tiruan yang berhasil mengumpulkan ratusan ribu unduhan menunjukkan bahwa mekanisme tersebut tidak selalu mampu mencegah aplikasi mencurigakan beredar.
Android Authority sebelumnya juga melaporkan aplikasi Google Chrome palsu yang telah diunduh lebih dari 100.000 kali sebelum akhirnya dihapus. Kemunculan aplikasi tiruan yang bahkan dapat memanfaatkan iklan berbayar memperbesar risiko pengguna menemukan aplikasi bermasalah saat melakukan pencarian biasa.
Periksa Sebelum Mengunduh
Pastikan nama pengembang sesuai dengan penerbit resmi, perhatikan riwayat unduhan dan ulasan, serta akses aplikasi melalui kanal resmi. Untuk WhatsApp, pengguna dapat mencari aplikasi melalui situs resmi WhatsApp yang mengarahkan ke toko aplikasi tepercaya.
Jika telanjur memasang aplikasi yang dicurigai palsu, hentikan penggunaannya dan hapus aplikasi tersebut.
Periksa kembali izin aplikasi yang pernah diberikan, jalankan pemindaian keamanan perangkat, serta perbarui sistem dan aplikasi melalui sumber resmi. Apabila pernah memasukkan informasi sensitif atau menemukan aktivitas akun yang tidak wajar, segera amankan akun terkait.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberadaan aplikasi di toko resmi tidak otomatis menjamin keasliannya. Ketelitian pengguna tetap diperlukan, sementara platform distribusi aplikasi perlu memastikan proses pemeriksaan dan pengawasan berjalan efektif agar aplikasi tiruan tidak terus menjangkau pengguna.(far,ist/dya)




.jpg)